Tanam 600 Pohon SMPN 9 Purworejo Hijaukan Sekolah

Banyuurip | bagelenchannel.com – Berbagai terobosan untuk memajukan SMP Negeri 9 Purworejo, Jawa Tengah, terus dilakukan. Salah satunya, adalah dengan melakukan penghijauan di lingkungan sekolah setempat. Hal itu ditempuh guna mempersiapkan sekolah, yang berada di Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip itu, untuk menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Purworejo.

Setidaknya hal itulah yang disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 9 Purworejo Dra. Dwi Endah Prihatinginingsih, saat ditemui Bagelen Channel, baru-baru ini. Dalam kegiatan itu selain diikuti oleh semua keluarga besar sekolah, juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa sekitar, komite sekolah dan orang tua siswa.

“Banyak ruang terbuka hijau dibuat di SMP Negeri 9 Purworejo. Kini kita sedang menggalakkan penghijauan, setidaknya 500 bibit pohon sengon ditanam di sekitar lapangan sekolah, kemudian 100 bibit pohon akasia ditanam untuk penghijauan desa,” katanya.

“SMP Negeri 9 Purworejo kini menuju Sekolah Adiwiyata. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik dari semua pihak, bersama-sama mewujudkan sekolah adiwiyata,” imbuhnya.

Untuk perawatannya, dilakukan bersama antara guru dan siswa yang dilakukan secara bergiliran.

“Ratusan bibit pohon sengon yang ditanam nantinya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sekolah, seperti pemenuhan kebutuhan komputer untuk UNBK dan sebagainya,” tegasnya.

Baca juga: Kurangi Pemanasan Global Kodim Purworejo Hijaukan Pantai Selatan

Langkah kepala sekolah itu, sangat didukung oleh para guru. Mengingat selama ini SMP Negeri 9 Purworejo sudah menerapkan UNBK, meski untuk laptopnya masih harus meminjam dari orang tua siswa.

“Kami berharap dengan menanam pohon sengon, nantinya 5-7 tahun ke depan bisa dipanen. Sekolah bisa membeli laptop untuk UNBK para siswa,” ungkap Ibnu, salah satu guru SMP Negeri 9 Purworejo.

“Sementara itu untuk 100 bibit pohon akasia yang ditanam di Desa Surorejo, memang diberikan untuk desa. Sebagai bentuk kepedulian sosial sekolah bagi masyarakat,” katanya.

(Widarto)