HUT Ke-7, Sepur Ingin Jadi Barometer Seni di Purworejo

Banyuurip | bagelenchannel.com – Menyongsong tahun kunjungan wisata Purworejo, atau Romansa Purworejo Tahun 2020, tak hanya aspek pariwisata ataupun infrastruktur yang disiapkan. Dalam rangka untuk mensukseskan program itu, bidang seni juga harus turut berbenah diri, yaitu guna mengisi serta melengkapi sektor seni dan budaya di wilayah Kabupaten Purworejo.

Tak hanya itu, potensi seni yang ada di Kabupaten Purworejo, bila dikembangkan secara serius bukan saja membuat indah Purworejo, namun turut serta memajukan Kota Purworejo tercinta ini. Apalagi Purworejo saat ini telah memiliki segudang seniman dengan berbagai profesi seni, yang tak lagi diragukan keahlianya. Bahkan bila dikelola secara baik maka Purworejo bisa menjadi barometernya seni bagi daerah lain.

Ajakan itu disampaikan oleh Ketua Komunitas Republik Sepur (Seniman Purworejo) Sigit Suntoro, di sela-sela kegiatan ulang tahun (HUT) Komunitas Republik Sepur yang ke tujuh, di Sanggar Republik Sepur RT 04/RW 04 No. 16 Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Sabtu (28/04/2018) malam lalu.

Suasana perayaan HUT Komunitas Republik Sepur yang ke-7 di Sanggar Komunitas Republik Sepur Kledungkradenan. (Wid)

 

Lebih jauh disampaikan, bahwa Komunitas Republik Sepur yang terbentuk sejak tanggal 13 April 2011 lalu itu, kini telah mewadahi sedikitnya 65 seniman dari berbagai profesi seni yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Komunitas Sepur yang terdiri atas berbagai elemen seni, baik seni lukis, seni musik, seni teater, dan sejumlah seniman yang ada di Purworejo,” ujarnya.

Adapun  kegiatannya menurut Sigit Suntoro, termasuk di dalamnya kegiatan sosial, mengajar anak-anak di Sanggar, yaitu tentang pengembangan seni dan budaya di Purworejo,” tuturnya.

Disampaikan pula bahwa Purworejo bisa berkembang dalam berkesenian, dan mampu mempertahankan budaya,  bahkan Purworejo bisa jadi barometernya seni dan budaya serta pariwisata, jika para pegiat seninya bisa bersatu dan terkelola secara baik.

Sigit berharap, agar dunia seni dan budaya bisa mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

“Untuk Purworejo khususnya dalam dunia seni lebih pesat dan sangat diperhatikan oleh pemerintah setempat, yang membidangi di dalam dunia seni supaya lebih greget lagi,” harapnya.

Doa bersama sebelum pemotongan tumpeng. (Wid)

 

Sigit Suntoro juga menyampaikan, bahwa seni dibuat tidak hanya ditujukan untuk rasa senang bagi dirinya sendiri namun akan bisa dinilai lebih dalam seni juga bisa membuat orang lain senang dengan hasil karya tersebut. Ia berkeinginan agar seniman-seniman di Purworejo bisa dikenal lebih, bukan hanya sekedar nama tapi juga hasil karyanya di tengah-tengah masyarakat saat ini.

Dalam acara HUT ke-7 itu, komunitas menggelar perayaan secara sederhana. Diawali dengan doa bersama, pemotongan tumpeng dan menyanyi bersama yang diikuti oleh para seniman yang hadir. Turut hadir dalam acara itu sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip. (Widarto)

 

Lihat Video: