Rawan Bencana Korem Gelar Gladi Posko Penanggulangan Bencana

Purworejo | bagelenchannel.com – Kondisi geografis di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi, yang terdiri atas perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan cukup tinggi sehingga masuk dalam kategori daerah sangat rawan bencana alam.

Bahkan pada tahun 2016 silam pernah terjadi bencana alam berupa tanah longsor di daerah Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, yang mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia dan kehilangan harta benda. Selain itu di wilayah selatan Kabupaten Purworejo juga merupakan daerah rawan terhadap terjadinya bencana banjir, sebagai akibat dari luapan air Sungai Bogowonto.

Atas dasar alasan itulah, Korem 072 Pamungkas menggelar kegiatan berupa Latihan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam di Makodim 0708 Purworejo selama dua hari, Selasa-Rabu (24-25/04/2018).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Jenderal Sudirman serta memanfaatkan area sekitar Makodim 0708 Purworejo. Dalam Latihan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam itu melibatkan personel Kodim 0708 Purworejo.

Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchis Gasim, SH, MSi, sedang memberikan penjelasan terkait kegiatan Latihan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam (wid)

 

Di sela-sela kegiatan Kasiop Korem 072 Pamungkas Letkol Inf Hery Setiono menjelaskan bahwa kegiatan gladi posko itu merupakan kegiatan latihan untuk melatih prajurit khususnya Kodim 0708 Purworejo dalam penanggulangan bencana alam, hal itu untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana di wilayahnya.

Baca juga: Krendetan Menuju Desa Tangguh Bencana

Sementara itu Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchis Gasim, SH, MSi, menyampaikan bahwa pada kegiatan Latihan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam tersebut pihaknya juga mengundang dari berbagai unsur-unsur terkait.

“Kami juga mengundang BPBD, Satpol PP, Tagana dan Relawan penanggulangan bencana alam serta instansi terkait agar dapat melihat prosedur dan penanganan apabila terjadi bencana alam,” katanya.

“Hal ini penting untuk dilakukan agar dalam koordinasi dengan instansi di luar TNI dalam penanggulangan bencana dapat berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

(Widarto)

Komentar ditutup.