Home / Berita / Budaya & Kesenian / Kesenian Tradisional Cokekan Hibur Penumpang di Stasiun KA Kutoarjo
Grup Kerawitan atau Cokekan Dwijo Laras Purworejo, tampil untuk menghibur para penumpang di Stasiun Kereta Api Kutoarjo. (Wid)

Kesenian Tradisional Cokekan Hibur Penumpang di Stasiun KA Kutoarjo

Kutoarjo | bagelenchannel.com – Ada yang beda saat memasuki area tunggu penumpang Stasiun Kereta Api Kutoarjo, yang terletak di Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah atau tahun 2018 ini.

Di sela-sela hiruk pikuk penumpang dan kesibukan petugas stasiun, terdapat beberapa orang dengan berpakaian adat Jawa duduk di salah satu sudut Stasiun Kereta Api Kutoarjo. Keberadaan mereka cukup menyita perhatian para penumpang yang tiba dari berbagai kota maupun yang akan berangkat ke luar kota.

Dari arah mereka, terdengar sayup-sayup Gending Jawa yang dinyanyikan oleh seorang sinden, dengan diiringi seperangkat gamelan yang ditabuh oleh para pengrawit. Itulah penampilan Grup Kerawitan atau Cokekan Dwijo Laras Purworejo, yang tampil untuk menghibur para penumpang di Stasiun Kereta Api Kutoarjo.

Menurut Ketua Grup Cokekan Dwijo Laras Purworejo Sunarpo, bahwa penampilannya itu merupakan permintaan dari pihak Stasiun Kereta Api Kutoarjo, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah atau tahun 2018 ini.

Selain menghibur para penumpang, pertunjukan kesenian tradisional Jawa tersebut sengaja digelar guna untuk turut melestarikan atau nguri-uri budaya lokal serta memberdayakan para seniman lokal. Hal itu disesuaikan dengan kesenian daerah masing-masing, sehingga sangat dimungkinkan di masing-masing daerah akan berbeda-beda.

“Grup Cokekan Dwijo Laras Purworejo itu tampil setiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Digelar selama 22 hari mulai tanggal 5-26 Juni 2018,” katanya.

Sunarpo berharap agar gelaran kesenian tradisional itu tidak hanya digelar pada tahun 2018 ini, namun ke depan akan terus dilaksanakan. Ia menambahkan tidak hanya sebatas kerawitan atau cokekan namun bisa juga dalam bentuk kesenian tradisional lainnya.

“Sebab di Purworejo menurutnya banyak jenis kesenian tradisional yang layak untuk ditampilkan,” imbuhnya.

Penampilan Grup Cokekan Dwijo Laras Purworejo itu, cukup mendapat respon positif dari para penumpang di Stasiun Kereta Api Kutoarjo. Paling tidak alunan musiknya mampu menghibur serta menyejukkan suasana. (Widarto)

Tentang Bagelen Channel

bagelenchannel.com | TV Onlinenya Purworejo, Khas, Aktual, dan Inspiratif

Baca juga

Masjid Kuno Santren Bagelen Hadiah Sultan Agung Mataram

Bagelen | bagelenchannel.com – Masjid Santren Bagelen yang berada di Dusun Santren, Desa Bagelen, Kecamatan …