CV WILO PUMPS INDONESIA Berikan Bantuan 2 Unit Mesin Pompa Air Laut Untuk Petani Tambak Undang Vaname

Bagelen Channel | Purworejo, Petani tambak udang vaname di wilayah desa Ketawang, kecamatan Grabag, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tepatnya di pesisir pantai selatan Jawa, saat ini dimudahkan oleh adanya bantuan 2 unit mesin pompa air laut listrik bertenaga listrik 400 watt oleh CV WILO berupa CSR untuk petani petambak udang vaname.

Mesin pompa sedot air laut ini yang di datangkan langsung dari Jakarta. Dalam penyerahan bantuan ini di hadiri oleh perwakilan petani tambak udang vaname, Camat Grabag Jaenudin, Kades Ketawang Supriyanto dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Wasitdiono.

Dijelaskan oleh Wasitdiono selaku Kadin Perikanan dan Kelautan ini menjelaskan Manfaat keunggulan mesin pompa air ini adalah berani dengan air yang mengandung air garam tinggi dan tidak mudah berkarat.

Harapan kedepan untuk mesin pompa sedot air laut ini nanti akan dikembangkan di seluruh petani tambak udang di Purworejo, khususnya di wilayah pesisir pantai selatan Jawa yang jumlah petambaknya ada 240 petambak, membentang di pesisir laut selatan, agar bisa meningkatkan pendapatan para petani tambak udang vaname.

Akan tetapi di acara pemberian bantuan mesin pompa air laut ini sementara masih hanya samplenya, misalkan nanti kedepannya bagus dan cocok otomatis akan kembangkan.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan juga menjelaskan bahwa CV WILO ini, tidak hanya di bidang perikanan dan kelautan, akan tetapi juga di bidang pertanian dalam arti luas. Petani dalam program CV WILO ini diberikan secara gratis mesin pompa sedot air laut tersebut.

Untuk pihak perwakilan CSR dari CV WILO PUMPS indonesia, Tri Adi Prasetyo, melakukan kegiatan Corporrate Sosial Responship Billity (CSR) di desa Ketawangrejo untuk para petambak udang.

Ini merupakan rangkaian kegiatan CSR dari pihak CV WILO PUMPS Indonesia, di setiap tahun memberikan 2 unit mesin pompa sedot air laut. Mesin pompa air ini khusus aplikasinya tahan terhadap air laut (air garam tinggi) dan mesin tersebut telah di serah terimakan langsung oleh petambak, dan semoga bermanfaat bagi para petambak udang dan tentu nya dari pihak CV WILO ini akan terus sebarkan informasi tersebut melalui CSR di kabupaten Purworejo.

Rencana penyebaran bantuan gratis mesin pompa sedot air laut dari pihak CV WILO di tahun 2021 ini, total tambak diseluruh Jawa Tengah akan berikan penetrasi produk hingga di 50 unit sebagai SCR di tambak. Kemudian adapun di pertanian ada satu produk yang akan diberikan tanggung jawab sosial juga dari pihak CV WILO PUMPS Indonesia.

Untuk kapasitas mesin pompa sedot air laut ini menurut penjelasan Tri selaku perwakilan CSR CB WILO adalah 130 liter per menit dengan ketinggian atau headnya hingga 10 meter, jadi pompa ini materialnya adalah plastik sehingga sangat tahan korosi dan sangat kuat untuk menghadapi air laut. Untuk kapasitas tenaga listrik mesin pompa sedot air laut ini di 400 watt.

Dengan adanya mesin tersebut memudahkan para petambak yang tadinya mesin harus menggunakan bahan bakar bensin atau solar yang tentunya akan jauh lebih ekonomis pengeluaran dan bisa lebih menguntungkan petambak dengan menggunakan mesin listrik. Di jelaskan pula bahwa Mesin ini merupakan jenis mesin pompa air centrifugal, jadi dengan penggerak motor satu passa, dan penggunaannya sangat mudah sekali, cukup tinggal dicolokkan sumber tegangan PLN sudah langsung menyala.

Mesin ini memang sudah di desain dalam lingkungan yang bersentuhan langsung dengan air laut, dan untuk ketahanan mesin pompa air ini
bisa dioperasikan terus menerus selama 24 jam tanpa berhenti, dan untuk lapisan-lapisan besinya juga sudah dilapisi dengan anti karat sehingga akan lebih bisa bertahan lama hingga paling tidak sampai dengan 8 kali siklus dari petambak udang atau 2 tahun masih bisa bekerja mesin tersebut.

Harapan dari CV WILO PUMPS Indonesia ini, para petambak bisa langsung mendapatkan manfaatnya dari penggunaan mesin pompa air, kemudian juga tentunya bisa mendapat feedback terkait dengan solusi atau kebutuhan dalam hal perairan bukan hanya di tambak tetapi juga di pertanian.

(Suryanedi)