Penggunaan Media Pembelajaran “Tanah Liat” Sebagai Peningkatan Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar

Pandemi Covid19 yang tiba-tiba datang menyebabkan penutupan-penutupan disekolah-sekolah diseluruh indonesia. Adapun sebagai gantinya adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tidak semua daerah mampu menjangkau pembelajaran tersebut. Kendala yang mereka hadapi yaitu teknologi yang belum berkembang di daerah mereka. Karena daerah yang masih terpencil juga pelosok. Maka dari itu sebagai calon pendidik harus bisa merancang pembelajaran selama pandemi ini untuk mensukseskan pembelajaran. Salah satunya penggunaan media sebagai alat penunjang pembelajaran.

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada siswa. Media dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan cara dua arah yaitu sebagai alat bantu mengajar atau siswa dapat menjelaskan materi itu sendiri dengan bantuan sebuah media. Nah, fungsi dari media itu sendiri untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi.
Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran sangat di perlukan pada pembelajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Nah, salah satu media yang interaktif dan edukatif tersebut adalah tanah liat. Tanah liat dapat digunakan sebagai media pembelajaran khususnya dalam pengenalan media tiga dimensi. Media tanah liat ini termasuk media yang sangat efisien dan juga ramah lingkungan. Tanah liat biasanya digunakan manusia untuk pembuatan keramik atau gerabah.

Pada kesempatan ini saya memanfaatkan tanah liat tersebut untuk pembuatan sebuah media guna memenuhi media pembelajaran yang dibutuhkan. Memang terlihat sangat sederhana, tetapi hasilnya sangat luar biasa. Anak-anak pun sangat antusias dalam pembuatan media yang dibutuhkan. Walaupaun harus bermain kotor tapi mereka sangat menyukainya.

Tanah liat ini juga memiliki beberapa sifat bahan. Ada yang basah dan juga ada yang kering. Disini saya menggunakan yang basah, karena lebih mudah digunakan oleh siswa. Sehingga lebih mudah dibentuk dan di aplikasikan sesuai kebutuhan. Tanah liat terbentuk dari proses pelapukan kerak bumi, yang sebagian besar tersusun oleh batuan feldspatik. Tanah liat ini biasanya berawaran hitam keabu-abuan.

Adanya penggunaan media tanah liat ini pembelajaran bisa lebih efektif dengan lingkungan yang sudah dikenal siswa, maka siswa dapat menerima dan menguasai dengan baik. Pembelajaran yang disukai anak adalah bermain dengan tanah liat sangat tepat untuk langkah awal pebentukan kreativitas karena diawali dengan proses melemahkan tanah liat kemudian meremas,menggulung dan membentuk sesuai dengan apa mereka butuhkan. Tentu sangat mengasyikkan bukan?
Kemudian dengan menggunakan metode media tanah liat siswa dapat menggunakan dengan lebih leluasa. Karena tidak dibatasi oleh alat apapun. Pembuatannya pun cukup sederhana dan biayanya sangat efisien. Sehingga siswa dapat menjangkau semuanya dengan lebih mudah. Kali ini saya menggunakan media tanah liat sebagai praktik dalam pembelajaran pembuatan replika kelainan tulang pada manusia. Disini saya mengajak siswa untuk langsung membuat replika kelainan tulang tersebut menggunakan tanah liat. Mereka sangat menyukai dan berenerjik dalam proses pembuatan. Kendala yang dialami siswa pun sedikit, seperti saat pembentukan replikanya.

Dengan media tanah liat ini siswa dapat memperagakan pengertian yang abstrak kepada pengertian yang konkret dan jelas. Media tanah liat pun juga dapat mengatasi keterbatasan waktu,ruang dan juga indera manusia. Tanah liat media yang sangat aman digunakan untuk pembuatan media, karena terbuat dari tanah dan mudah diaplikasikan. Berbagai bentuk yang siswa inginkan dapat dengan mudah mereka bentuk sesuai kemapuan dan kekreatifan siswa masing-masing.
Dapat juga meningkatkan nilai-nilai seni siswa juga meningkatkan motivasi belajar siswa. Nah sangat mengasyikkan bukan ? belajar sambil bermain. Sebagai calon pendidik harus bisa mengembangkan sebuah media yang menarik dan mengasyikkan. Sehingga anak lebih giat belajar dan tidak mudah bosan. Selain penggunaan media interaktif berupa video, sudah seharusnya kita menyiapakan media pembelajaran yang nyata guna lebih memeperkenalkan pada anak tentang contoh atau materi yang saat ini siswa hadapi.

Nama : Syabrina Nuraini Hidayat
Nim : 192180004
Kelas : 3A
Instansi : Universitas Muhammadiyah Purworejo