Perbedaan Zat Tunggal dan Zat Campuran

Zat tunggal merupakan zat yang hanya tersusun oleh satu jenis unsur dan sifatnya sesuai dengan unsur penyusunnya tersebut. Zat tunggal tidak dapat dipecah lagi menjadi penyusunnya, karena hanya ada satu macam unsur penyusunnya.

Dengan demikian zat tunggal memiliki jenis identitas atau karakteristik masing – masing yang berbeda dengan zat tunggal yang lain. Zat tunggal ada yang termasuk unsur juga senyawa zat tunggal.

Contoh zat tunggal adalah Besi (Fe, unsur), air (H₂O, senyawa) Contoh zat tunggal adalah air, asam cuka, dan oksigen.

Campuran adalah kombinasi dari beberapa zat tunggal dimana unsur-unsur zat tunggal tersebut saling bernteraksi satu sama lain.

Campuran dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

  1. Campuran Homogen yaitu campuran antara beberapa zat tunggal yang tercampur merata satu sama lain sehingga zat-zat penyusunnya suda tidak dapat dibedakan lagi. Larutan adalah jenis campuran homogen misalnya larutan air dan garam. Garam adalah zat terlarut dan air adalah pelarut karena fraksinya lebih besar. Garam dan air sudah tidak bisa dibedakan dalam larutan garam
  2. Campuran Heterogen yaitu campuran antara beberapa zat tunggal yang tidak tercampur merata sehingga zat tunggal penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lain, misalnya campuran antara air dan pasir. Pasir tidak dapat larut dalam air sehingga antara air dan pasir masih dapat dibedakan.

Zat tunggal :

  • Memiliki sifat yang sama (konsisten) di seluruh bagiannya
  • Tidak dapat diuraikan secara kimia
  • Tersusun hanya dari satu zat atau materi
  • Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa

Zat Campuran :

  • Mempunyai sifat zat penyusun
  • Terbentuk melalui perubahan fisika
  • Tidak mempunyai komposisi tetap
  • Komponen-komponen penyusunnya dapat dipisahkan secara fisika

Nama: Nurhayati
NIM: 182180059
Kelas: PGSD Transfer