Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menjahit Kreatif Menggunakan Kain Flanel Pada Anak Selama Belajar Dari Rumah

Pendahuluan

            Pada anak usia dini banyak sekali kemampuan dari diri mereka yang harus digali dan dioptimalkan untuk mencapai tahapan – tahapan aspek perkembangan, antara lain aspek nilai agama dan moral, aspek kognitif, aspek bahasa, aspek fisik motorik, espek sosial emosional, dan aspek seni. Setiap anak mempunyai kecerdasan yang berbeda – beda, oleh karena itu sebagai orang tua harus memahami kemampuan yang ada pada diri anak.

            Banyak sekali kegiatan dengan anak di rumah yang dapat mengoptimalakan tumbuh kembang sang anak. Salah satunya kegiatan untuk mengasah ketrampilan motorik halus pada anak, misalnya menggunting gambar, meremas plastisin, menggambar, menulis dan lain sebagainya. Dalam berkegiatan dengan anak di rumah, sebagai orang tua harus berperan menjadi guru serta teman untuk anak. Agar anak tidak merasa bosan ketika melakukan aktivitas di dalam rumah.

            Kegiatan yang baru bagi anak, sangat menarik perhatian dan rasa ingin tahu sang anak. Hal ini, orang tua dapat memilih kegiatan yang aman dan menyenangkan dengan media baru yaitu menjahit kreatif menggunakan kain flanel. Bagi beberapa anak kain flanel sudah tidak asing lagi tetapi bagi sebagian anak masih belum paham kegunaan kain flanel.

            Menjahit kreatif menggunakan kain flanel ini bertujuan untuk supaya anak mengerti cara menjahit yang benar,  paham macam – macam tusuk dalam menjahit, mampu membuat bentuk buah – buahan, hewan – hewan dari kain flanel, agar mereka mampu berkreasi yang lebih berinovasi, lebih berkreatif, lebih mengembangkan hingga bentuk – bentuk yang sulit menjadi lebih menarik.

            Hal ini tidak lepas dari tujuan menjahit, yaitu agar anak percaya diri sejak dini, agar anak menjadi sosok yang mandiri, berfikir kreatif, inovatif, serta mempunyai inisiatif  dalam berbagai kegiatan ketika sang anak diluar lingkungan keluarga atau luar rumah karena sang anak mempunyai keahlian atau kemampuan yang mereka miliki ketika diajarkan ketika di lingkungan rumah bersama orang tua terutama sang ibu. Anak luwes, anak terampil dalam berkreasi menggunakan  dan menggerakkan motorik halus yaitu  jari – jari tangan.

Pembahasan

            Perkembangan motorik merupakan perubahan keterampilan motorik dari lahir sampai umur lima tahun yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan keterampilan fisik motorik. Keterampilan fisik motorik dibagi menjadi 2, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Keterampilan motorik kasar (gross motor skill) merupakan keterampilan gerak yang menggunakan otot-otot besar.

Kegiatan yang dapat mengembangakan motorik kasar antara lain, berlari, meniti, lempar tangkap bola, bersepeda dan lain sebagainya.

Keterampilan motorik halus (fine motor skill) merupakan keterampilan motorik halus yang merupakan keterampilan yang memerlukan control dari otot kecil dari tubuh untuk mencapai tujuan dari keterampilan, kegiatan yang dapat mengoptimalkan motorik halus, yaitu meronce, menggambar, menulis, dan salah satunya menjahit.

            Pengertian motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan koordinasi mata dan tangan. Adapun tujuan peningkatan motorik halus ini diantaranya untuk meningkatkan kemampuan anak agar dapatmengembangkan kemampuan motorik halus khususnya jari tangan dan optimalkearahyang lebih baik.

Beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik halus bagi konsentrasi perkembangan individu, yaitu :

  • Anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang.
  • Anak dapat beranjak dari kondisi helpessness (tidakberbahaya), pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang indepence (bebas dan tidak bergantung) anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempatyang lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya, kondisi ini akan dapat menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya diri).

Anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah (school adjustment)

Prinsip Dalam Pengembangan Motorik Halus untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia 6-10 tahun anak Sekolah Dasar agar berkembang secara optimal, maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  • Memberikan kebebasan untuk berekspresi pada anak.
  • Melakukan pengaturan waktu, tempat, media (alat dan bahan) agar dapat merangsang anak untuk berkreatif.
  • Memberikan bimbingan kepada anak untuk menentukan teknik/cara yang baik dalam melakukan kegiatan dengan berbagai media.
  • Menumbuhkan keberanian anak
  • Membimbing anak sesuai dengan kemampuan dan taraf perkembangannya.
  • Memberikan rasa gembira dan menciptakan suasana yang menyenangkan pada anak.
  • Melakukan pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan.

            Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak sebagai berikut:

(1) Faktor hereditas (warisan sejak lahir atau bawaan)

(2) Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan kematangan fungsi-fungsi organis dan fungsi psikis

(3) Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan, punya emosi serta mempunyai usaha untuk membangun diri sendiri.

Menjahit adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk anak usia dini sebagai upaya untuk mengembangkan keterampilan motorik halus.

Teknik menjahit untuk anak sama dengan teknik menjahit yang dilakukan orang dewasa, yaitu menggunakan benang, jarum dan bahan.  Namun untuk anak, kain, jarum dan benang yang digunakan sedikit berbeda. Bahan dan alat menjahit untuk anak diciptakan dengan memenuhi kriteria keamanan dan mudah untuk dipegang.

            Secara tidak langsung orang tua menganalisis perkembangan sang anak melalui metode diskriptif kualitatif. Yang dapat diperoleh dari beberapa tahap atau sering disebut beberapa siklus perkembangan. Hal ini orang tua lebih mengupayakan ketrampilan motorik halus secara optimal. Sehingga anak bersemangat dalam melakukan kegiatan.

Dimasa pandemi dan waktunya belum bisa ditentukan, sampai saat ini pun sudah hampir 1 tahun berkegiatan di rumah. Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan di rumah  atau sering disebut daring (dalam jaringan). Anak bermain sambil belajar tidak sesuai waktu yang biasanya sudah ditentukan. Hal ini sering disebut MERDEKA BELAJAR. Dimana waktu belajar diatur oleh orang tua ketika mendampingi ketika belajar.

Menjahit kreatif menggunakan kain flanel bisa dilakukan di rumah bersama ibu, dengan waktu yang cukup lama bisa menghasilkan hasil yang lebih optimal.

Bahan dan alat yang digunakan dalam menjahit kain flanel adalah ;

  1. Kain flanel
  2. Lem tembak
  3. Gunting kain
  4. Tembakan lem
  5. Benang sulam
  6. Jarum jahit tangan

            Pada awal kegiatan, anak pasti menjahit pola yang mudah, yaitu menjahit pola menggunakan tusuk jelujur yang berjarak kecil pada tepi pola yang sudah disiapkan oleh orang tua atau ibu. Hal ini dapat melatih kesabaran pada anak agar memperoleh hasih yang diinginkan.

Tahap berikutnya, masih dengan pola yang disiapkan oleh orang tua. Anak menjahit menggunakan teknik tusuk festos yang tingkat kesulitan sedang. Selain untuk mengajarkan kesabaran, hal ini menuntut anak untuk bertindak teliti dan rapi. Serta memacu rasa penasaran atau merasa tertantang pada diri anak agar lebih mau mencoba hal yang baru.

Langkah – langkah yang dalam kegiatan menjahit kreatif kain flanel adalah ;

  1. Anak dilatih membuat pola yang akan dijahit, misal akan membuat tempat tissue, tempat kaca mata, tempat pensil, dan tempat handphone. Harus sesuai dengan bentuk dan ukuran yang akan dijahit menggunakan tusuk feston.
  2. Anak menentukan pola hiasan yang akan digunakan untuk menghias kain flanel yang sudah sesuai bentuk dan ukuran.
  3. Gunakan sedikit lem tembak untuk menempel pola hiasan dengan kain flanel yang sudah ditentukan menggunakan tusuk feston atau jelujur pola kecil.

Apabila sudah jadi, siap digunakan. Dan latihlah anak yang lebih kreatif lagi dalam mengkreasi  replika hewan, buah buahan dan boneka karakter manusia dalam bentuk 3D.

            Untuk indikator keberhasilan produk yang dihasilakan, dideskripsikan dari keberhasilan anak dalam menyelesaikan tugas melalui menjahit kreatif dengan menggunakan kain flanel. Keberhasilan diperoleh jika telah terjadi peningkatan skor sebesar 75% atau nilai rata-rata 75 antara keterampilan motorik halus anak sebelum diberikan kegiatan dengan sesudah diberi kegiatan.

Penutup

Adapun kendala yang dialami oleh orang tua yaitu sempitnya waktu bertemu dengan orang tua, sibuknya berkerja, quality time antar orangtua dan anak yang tidak maksimal, komunikasi yang kurang nyambungantara orang tua dan anak, anak yang lebih menurut kepada perintah guru, anak berlaku semaunya sendiri.

Daftar Pustaka

a. Arikunto, Suharsimi. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta.

b. Depdiknas.(2008). Pengembangan Motorik Halus di Taman Kanak-Kanak. Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Jakarta.

c. Elizabeth B. Hurlock. (1978). Perkembangan anak. (Terjemahan: Med Meitasari. Tjandrasa dan Muchichah Zarkasih). Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

d. Endang Rini Sukamti. (2010). Diktat Perkembangan Motorik. FIKUNY. Yogyakarta.

e. Kartini, kartono. (1995). Psikologi Anak. Mandar Maju. Bandung.

f. Poerwanti, Endang & Widodo Nur. (2005). Perkembangan Peserta Didik. Universitas Muhammadiyah Malang.

Devita Sari, Anis

TK. Pertiwi Bersinar Langenharjo Mahasiswa Magister PG-PAUD UPGRIS

Abstrak : Dunia pendidikan sekolah dasar hampir sama dengan dunia pendidikan usia dini. Yaitu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang kecerdasan pada anak. Yang menjadi pembeda adalah cara anak belajar. Jika anak usia dini, anak bermain adalah belajar, sedangkan anak sekolah dasar adalah belajar untuk mempersiapkan diri untuk masa depan yang cemerlang. Karakter kesulitan menjahit kreatif dengan kain flanel adalah : (1) Belum mampu membeli bahan yaitu kain flanel, (2) Tidak paham manfaat dari kain flanel, (3) Belum mampu berkreasi yang manarik dan lebih kreatif. Selama BDR atau belajar dari rumah, hal ini dapat menjembatani antara anak dan orang tua, supaya orang tua memberikan waktu kepada anak dan mendampingi anak ketika belajar di rumah. Dengan kegiatan ini, bertujuan positif agar tertanamkan ketrampilan sejak dini, agar anak memiliki sikap mandiri, berfikir kritis, inovasi serta bersikap kreatif di kelak masa yang akan datang.  Dalam kegiatan ini dilakukan dengan metode distriptif kulitatif, yaitu melakukan observasi, wawancara, penilaian mandiri dan hasil akhir. Adapun urutan kegiatan menjahit kain flanel ini adalah (1) menyiapkan alat dan bahan, (2) membentuk pola, (3) menjahit pola dengan benang yang sudah disiapkan menggunakan tusuk bermacam – macam tusuk.