Efektivitas Pembelajaran Tematik Sebagai Implementasi Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2013 ini sebagai bentuk pengembangan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mencangkup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Hal ini senada dengan apa yag ditegaskan dalam pasal 1 ayat 29 Undang-Undang no. 20 tahun 2003 bahwa kurikulum merupakan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian yaitu, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku.

Pembelajaran tematik adalah bentuk model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran atau bidang studi menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu sehingga terjadi integrasi antara pengetahuan, keterampilan dan nilai yang memungkinkan siswa aktif menemukan konsep serta prinsip keilmuan. Pembelajaran dengan pendekatan Tematik akan melibatkan/melatih  peserta didik membentuk pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan, bukan hasil bentukan orang lain.

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar peserta didik. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan.

Efektivitas pembelajaran menurut adalah ”pengaruh atau akibat yang ditimbulkan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan”. “Pembelajaan tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan.

Efektivitas pelaksanaan pembelajaran tematik berdasarkan data dengan tiga komponen pelaksanaan pembelajaran (kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir) di peroleh nilai rata-rata dengan peringkat baik. Artinya hasil penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran diperoleh temuan yang dikategorikan telah baik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional).

Pembelajaran langsungadalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir,dan keterampilan menggunakan pengetahuan siswa melalui interaksi langsungdengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Dalampembelajaran langsung siswa melakukan kegiatan mengamati, menanya,mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan. Pembelajaranlangsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebutdengan dampak pembelajaran (instructional effect) dan memberikan pengalaman pada siswa.

Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selamaproses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampakpengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan denganpengembangan nilai dan sikap KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaranlangsung. Efektivitas pembelajaran tematik dapat terlaksana dan memperoleh hasil yang baik apabila menggunakan pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan nya. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal dan kurikulum 2013 dapat terlaksana dengan baik.

Penulis : Nurul Faridah

Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Instansi : Universitas Muhamadiyah Purworejo