Kearifan Lokal Masuk ke Dalam Pembelajaran

Model pembelajaran penting sekali digunakan oleh seorang guru pada saat pelaksanaan pembelajaran. Fungsi model pembelajaran menurut Suprihatiningrum sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan  dan melaksanakan  kegiatan pembelajaran sesuai dengan pengertian model pembelajaran. Menurut Trianto model  pembelajaran  merupakan suatu perencanaan yang digunakan seorang guru sebagai pedoman dalam merencanakan  pembelajaran di kelas ataupun pembelajaran dalam tutorial sebagai setrategi untuk mengajar kepada siswa. Dikatakan setrategi untuk mengajar kepada siswa, sebab sebagai upaya untuk memudahkan guru saat menyampaikan pembelajaran dan memudahkan siswa untuk menerima pelajaran.Apalagi saat ini materi peajaran sangat mudah untuk diakses maka guru harus punya model pembelajaran yang mampu menarik minat siswa untuk tidak hanya mengandalkan apa yang mereka peroleh di internet saja, namun juga dari hasil diskusi di dalam kelas bersama guru dan siswa lainnya. Materi pelajaran semakin mudah diakses di internet dari mulai membaca, melihat, dan mendengar di  internet seperti mencari di Google dan Youtube. Hal tersebut juga memudahkan guru tak hanya siswa saja, maka dari itu guru jangan sampai ikut  terlena dengan kemudahan tersebut. Sebagai seorang guru hal itu harus bisa menjadi penyemangat untuk lebih banyak dalam hal berinovasi dan berkreasi.

Hasil dari inovasi dan kreasi guru bisa diterapkan didalam kelas supaya bisa dinikmati dan digunakan oleh para siswa. Manfaat dari inovasi dan kreasi dari guru yakni selain menambah lagi bentuk penyampaian pembelajaran, juga bisa menjadikan sosok guru terlihat dimata siswa. Sebab sosok guru sudah mulai terganti dengan adanya internet. Inovasi dan kreatif itu juga harus mampu mengaitkan kearifan lokal daerah tempat tinggal. Menurut pengertian pada wikipedia kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan kepada salah satu guru di sekolah X beliau menjelaskan tentang penerapan kearifan lokal pada materi pelajaran “  Pertama yang harus dilakukan untuk mengaitkan kearifan lokal dengan materi pelajaran yakni, kita cari terlebih daluhu kira-kira kearifan lokal apa yang cocok dengan materi yang akan dijelaskan kepada siswa, kemudian kita gabungkan kearifan lokal tersebut dengan yang ada pada materi, seperti misalnya pada materi pelajaran IPS yang membahas tentang tarian daerah, makanan khas, dan juga tempat wisata”. Menghubungkan antara materi pelajaran dengan kearifan lokal, selain bentuk informasi kepada siswa untuk mengetahui kekayaan budaya daerahnya, juga sebagai bentuk pelestarian budaya agar anak-anak lebih menghargai kekayaan budaya apa saja yang dimiliki daerah tempat mereka tinggal. Guru sendiri juga memiliki kesulitan dalam penyampaian materi yang menghubugkan dengan kearifan lokal kepada siswa. Seperti yang sudah disampaikan oleh guru X ” Kendala yang dihadapi seperti saat mengaitkan atau mencocokan materi dengan kearifan lokal yang ada di daerah sekitar”. Kendala tersebut tidak menghalangi guru dalam menyampaikan materi dengan mengeitkan kearifan lokal karena melihata antusias siswa saat mengetahui kebudayaan yang beragam yang dimiliki daerah mereka sendiri. Harapan guru dengan model pembelajaran yang mengaitkan kearifan lokal dengan materi pelajaran untuk siswa dimasa yang akan datang yakni ada siswa yang mampu mengolah dan melestarikan kebudayaan atau bisa juga sumber daya  yang ada di daerah. Seperti misalnya celorot bisa membuat kemasan yang lebih menarik lagi sehingga bisa menarik para wisatawan untuk membeli.

Ditulis oleh Nurul Oktaviani

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo