Pemanfaatan Kriya Anyam Bambu Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal

Ada banyak cara untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif salah satunya dengan memenfaatkan budaya dilingkungan sekitar sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar. Media pembelajaran merupakan peranan yang sangat penting karena dapat membantu berjalannya proses belajar. Menurut (Resiani 2015) dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa. Dengan menggunakan media pembelajaran akan membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Kemenarikan tampilan fisik sangat mempengaruhi proses pembelajaran, semakin manerik tampilan dari sebuah media maka siswa akan semakin termotivasi untuk belajar sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Media pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu daerah dan menyesuaikan dengan lingkungan daerah tersebut yang dapat dijadikan sebagai materi tambahan seperti kegiatan pembelajaran muatan lokal dan ektrakulikuler. Menurut (Setiyadi 2012:75) kearifan lokal merupakan adat dan kebiasaan yang telah adat dan kebiasaan yang telah metradisi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun yang sampai saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat. Pedidikan berbasis kearifan lokal adalah usaha sadar yang terencana melalui penggalian dan pemanfaatan potensi daerah setempat secara arif sebagai upaya dalam mewujudkan susanan belajar dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keahlian, pengetahuan dan sikap sebagai upaya untuk ikut serta membangun bangsa dan negara (Prasetiyo 2013:3). Melalui media pembelajaran berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena pembelajaran berbasis kearifan lokal lebih memberikan kesan yang kontekstual dalam pembelajaran sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi. Melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal siswa dapat terlibat secara langsung dengan tradisi yang ada di lingkungan setempat dan dapat memberikan kesan yang lebih kontekstual.  

Tujuan perepan media pembelajaran berbasis kearifan yaitu untuk untuk melestarikan budaya yang ada di daerah sekitar. Tujuan lainya yaitu untuk mengembangkan kenggulan dan kearifan sebuah daerah yang berguna bagi diri dan lingkungan dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Selain itu tujuan menerapkan media pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu untuk mengasah skill dan kemampuan siswa, serta menciptkan susana belajar yang lebih menyenangkan, seta menumbuhkan rasa cinta sisa terhadap budaya lokal. Hal tersebut juga membuat siswa menjadi lebih aktif karena kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan cara yang lebih kreatif, inovatif dan dapat mengahasilkan sebuah produk yang bermanfaat. Media pembelajaran kearifan lokal yang memanfaatkan kriya anyam bambu dapat di terapkan pada materi pelajara SBdP dan dapat dijadikan materi muatan lokal. Dalam menerpakan media pembelajaran kearifan lokal dapat dimasukan dimasukan kurikulum muatan lokal sendiri yang masuk dalam kegiatan belajar melajar.

Cara memilih media pembelajaran kearifan lokal yang baik yaitu disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki siswa kemudian disesuaikan dengan kondisikan lingkungan setempat. Misalnya di sebuah wilayah terdapat warganya yang bermata pencaharian dengan menganyam bambu hal tersebut dapat dijadikan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Kriya anyam bambu merupakan suatu kegiatan keterampilan masyarakat dalam pembuatan barang-barang mengunkan bambu dengan teknik silang menyilang dan susup menyusup sehingga menghasilkan sebuah produk atau barang yang dapat di manfaatkan dalam kehidupn sehari-hari.  Di sebuah SDN di sebuah kota menerapakan kriya anyam bambu sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Kegiatan tersebut sangat di dukung oleh masyarakat sekitar bahkan di SD tersebut memiliki tim ahli yang berasal dari warga setempat untuk mengajarkan kriya anyam secara khusus kepada siswa. Sebelum pandemic covid-19 SD tersebut setiap tahun selalu mengikuti even-even lomba seperti FLS2N bahkan setiap tahun selalu medapat juara dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan pernah sampai  tingkat Nasional. Ada banyak produk yang dihasilkan dari kriya anyam bambu diantaranya yaitu cething (tempat nasi), asbak, tempat sampah, pot bunga, dan hiasan-hiasan dinding yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan menerapakan media pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat melatih siswa untuk mencintai produk-produk dan kebudayaan lokal. Siswa juga diharapkan mampu melestarikan dan mengembangkan kembali produk-produk dan kebudayaan Indonesia.

Nama : Ariyani Widiastuti

Prodi : PGSD

Intansi : Universitas Muammadiyah Purworejo