Pembelajaran Tematik Tidak Efektik di Masa Pandemi

Sekolah Dasar, apa yang terlintas ketika mendengarkan  kata Sekolah Dasar? Tempat untuk para generasi muda menimba ilmu. Semakin pesatnya perkembangan teknologi, pembelajaran di Sekolah Dasar juga semakin berkembang searah dengan arus globalisasi. Sejak tahun pelajaran 2017/2018 di Indonesia menerapkan kurikulum 2013. Pada kurikulum ini menggunakan sistem pembelajaran tematik, yaitu beberapa mata pelajaran di gabungkan menjadi 1 tema.  Perubahan yang terlalu sering dalam waktu singkat  menunjukkan betapa kementerian pendidikan di Indonesia masih mencari bentuk pembelajaran tematik. Menurut saya hal ini menyebabkan perubahan yang sangat luar biasa sebab menyangkut lebih dari jutaan siswa dan guru SD di seluruh Indonesia.

Menurut saya pelaksanaan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 belum ada persepsi yang sama tentang pembelajaran ini. Kalau ada kemauan, sebenarnya guru-guru sanggup menerapkannya. Para guru dituntut untuk menyelesaikan semua pembelajaran yang ada di buku tema dalam waktu yang sangat sedikit tetapi jangkauan materi yang harus disampaikan banyak. Waktu memang merupakan salah satu kendala bagi guru. Apalagi pada masa sekarang ini Indonesia bahkan sampai luar negeri sedang mengalami pandemi.

Pada masa pandemi siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Selama pandemi ini, siswa belajar dirumah dan setiap harinya guru memberikan pembelajaran melalui platform online seperti aplikasi zoom, Whatsapp atau melalui video pembelajaran di YouTube. Menurut saya pembelajaran tematik yang dilaksanakan pada masa pandemi sangatlah tidak efektif. Guru merasa kesulitan dalam penyampaian materi dan siswa menjadi pasif karena kurangnya interaksi secara langsung dengan guru maupun siswa lainnya.

Pada masa pandemi ini guru dituntut untuk lebih kreatif dalam penyampaian materi agar siswa dapat dengan mudah menerima pembelajaran dan memberikan kesan agar siswa tidak mudah bosan. Siswa juga diberikan tugas setiap harinya untuk menyelesaikan buku tema yang ada. Keadaan ini menuntut peran aktif orang tua dalam mendampingi siswa menyelesaikan tugasnya serta membantu siswa dalam menjelaskan kembali pembelajaran. Dalam situasi seperti itu, terdapat kendala yang dialami oleh orang tua siswa, yang memiliki keterbatasan pendidikan karena mereka juga kesulitan dalam mendampingi anak-anak mereka belajar. Belum lagi ketika mereka harus sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga memiliki waktu yang sangat sedikit untuk bisa mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah.

Saat ini kita hanya mampu berdoa agar pandemi ini segera selesai dan kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai satu upaya untuk menghentikan penyebaran pandemi ini.

Penulis : Lutfi Qurrotul’Aini

Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo