Peningkatan Keterampilan Generik Sains di Sekolah Dasar di Era Pandemi

Pada tahun 2020, Indonesia terserang wabah virus corona atau biasa kita sebut dengan Covid-19. Tentunya kegiatan pembelajaran menjadi terganggu karena kita harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun. Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim serta Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan agar kgiatan pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau guru biasa menyebutnya dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan BDR (Belajar Dari Rumah). Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk memperoleh  ilmu dan pengetahuan agar dapat belajar dengan baik. Menurut Fitriyani dan Afdholiyah, Pembelajaran IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang terjadi di alam dengan melakukan observasi, teori, uji coba, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran IPA siswa memiliki pengetahuan, gagasan dan konsep mengenai alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah seperti, penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan.

Dalam proses pembelajaran IPA maka diharapkan siswa memiliki keterampilan. Keterampilan yang diperoleh adalah keterampilan sains. Keterampilan sains meliputi keterampilan generik sains, keterampilan proses sains, keterampilan literasi, dan keterampilan life skill. Keterampilan yang akan saya bahas adalah keterampilan generik sains. Keterampilan generik sains merupakan kemampuan berpikir serta bertindak berdasarkan pengetahuan sains yang telah peserta didik dapatkan dari hasil belajar IPA. Keterampilan ini meliputi pengamatan langsung, pengamatan tidak langsung, pemahaman akan skala, bahasa simbolik, logical frame, konsistensi logis, hukum sebab akibat, pemodelan, dan membangun konsep.

Dari hasil wawancara saya dengan narasumber yaitu salah satu guru sekolah dasar, beliau menjelaskan bahwa menurutnya keterampilan sains merupakan keterampilan yang dipelajari oleh peserta didik ketika mereka melakukan penemuan yang mencakup pengamatan atau observasi, mengklasifikasi, menafsirkan, meramalkan, melakukan percobaan, dll. Di SD tempat dia mengajar sudah menerapkan keterampilan keterampilan sains dalam setiap pembelajaran. Untuk mengimplementasikan keterampilan sains, beliau menggunakan cara yaitu dengan pengamatan atau observasi. Siswa belajar di luar kelas atau bisa juga di halaman sekolah agar dapat berinteraksi langsung dengan alam. Misalnya pada materi bagian-bagian tumbuhan, maka siswa dapat mengamati secara langsung bagian-bagian itu di halaman sekolah. Pengalaman belajar siswa akan lebih banyak jika belajar menggunakan kegiatan pengamatan seperti ini.  Metode yang digunakan beliau dalam menyampaikan pembelajaran yaitu metode eksperimen berbasis inkuiri. Narasumber mengatakan efektifnya metode tersebut terdapat pada langkah-langkah pembelajarannya yang terdiri atas orientasi masalah, merumuskan pertanyaan, mengajukan hipotesis, mengumpulkan informasi, menguji hipotesis, dan menyimpulkan. Langkah-langkah tersebut dapat menanamkan keterampilan sains pada siswa.

Menurut penjelasan narasumber, dalam proses kegiatan pembelajan untuk mengimplementasikan keterampilan generik sains ini memiliki kesulitan. Kesulitannya adalah karakter siswa berbeda-beda sehingga dalam belajar pun memiliki cara yang berbeda. Ada yang menyukai pembelajaran dengan observasi/pengamatan, ada yang tidak. Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus mampu mengkreasikan setiap kegiatan pembelajaran. Misalnya hari senin kita outdoor, kemudian hari selasa kita pembelajaran di kelas, jadi siswa tidak bosan. Selain melakukan pengamatan, kita juga bisa melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. Pemanfaatan lingkungan sekitar dapat membantu siswa untuk menambah wawasan pengetahuan semakin luas karena kita langsung berinteraksi dengan alam.

Narasumber menjelaskan bahwa keterampilan sains khususnya keterampilan generik sains akan lebih mudah diterapkan ketika pembelajaran luring daripada pembelajaran daring. Hal ini disebabkan karena ketika melakukan pembelajaran daring maka tidak ada interaksi langsung antara siswa dengan guru dan siswa dengan alam sekitar. Sehingga pengetahuan yang didapatkan kurang maksimal. Strategi yang digunakan narasumber supaya kegiatan pembelajaran berikutnya dapat menerapkan keterampilan sains yaitu dengan cara menerapkan beberapa metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Kita juga bisa menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Oleh: Fita Endah Pratiwi (182180087)

Universitas Muhammadiyah Purworejo