Program “Di Rumah Saja”, Benarkah Memberi Dampak Kejernihan Pada Industri Wisata?

Sudah hampir dua tahun lamanya, kita mendengar tentang wabah atau virus corona yang melanda seluruh dunia, tidak terkecuali Negara kita, Indonesia. Adanya wabah ini membuat semua industri dari berbagai bidang merasa hancur dan resah, lantaran tidak ada pendapatan malah menyebabkan kerugian yang cukup besar. Tidak jauh contohnya pada industri wisata, dimana tempat yang diidam-idamkan oleh semua orang untuk melepas penat dari sebuah pekerjaan yang melelahkan, serta tujuan dari keluarga untuk berekreasi.  Banyak orang menduga atas menurunnya pendapatan dari industri wisata ini disebabkan  oleh program “Dirumah saja”. Tanpa kita sadari, dibalik keresahan yang dialami terdapat hikmah yang dapat kita rasakan.

Pada industri wisata terutama wisata yang berbasis alam, walaupun mengalami penurunan pemasukan, namun banyak terdapat hal-hal yang membuat destinasi tersebut mengalami perubahan baik pada keadaannya. Perubahan yang dimaksud yaitu keadaan tempat wisata saat ini lebih meningkatnya kebersihan dan kenyamanan. Dengan membatasi jumlah wisatawan untuk memasuki destinasi tersbut tentu menjadi pengaruh keadaan di dalam wisata tersebut. Contohnya wisata pantai. Seluruh pantai-pantai yang ada di seluruh Indonesia, dengan adanya program “Di Rumah Saja”, membawa perubahan kebersihan pantai yang sangat meningkat.

Selanjutnya pada wisata pegunungan, dengan membatasi jumlah pendaki membuat keadaan gunung menjadi sejuk, tidak ada sampah, dan pepohonan hijau segar karena tidak ada polusi yang menyerang. Hal itu juga sama dengan keadaan jalan raya yang sangat berkurangnya polusi membuat udara menjadi segar saat dihirup. Tidak hanya wisata alam, wisata candi Borobudur juga menerapkan pembatasan wisatawan yang berkunjung.

Menurut warga sekitar, saat pandemi ini terdapat peraturan baru dimana peraturan tersebutu ditujukan kepada seluruh wistawan lokal maupun asing bahwasanya mereka tidak dapat menaiki candi hingga bagian puncak. Kemungkinan karena pada bagian puncak tersebut hanya memiliki permukaan yang lebih sempit, maka bertujuan untuk mengurangi kerumunan. Tanpa disadari, peraturan tersebut membawa dampak baik pada candi Borobudur, yaitu dengan memberlakukan peraturan baru dimana dilarang menaiki hingga puncak, batu-batu candi tidak disentuh oleh wisatawan, sehingga batu candi tersebut tetap terjaga dan terhindar dari sedikit kerusakan.

Apalagi jika candi-candi tersebut banyak disentuh oleh para wisatawan di saat pandemi ini, nantinya akan disemprot desinfektan yang mana dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi batu-batu candi. Selain destinasi wisata alam, bidang perhotelan juga memiliki perubahan kebersihan yang sangat meningkat saat ini. Keterangan dari salah seorang pengunjung hotel, semua perlengkapan yang disediakan oleh hotel mengutamakan kehieginisan. Dari perlengkapan cuci tangan hingga penyediaan alat kebersihan lainnya tidak pernah terlambat.

Jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pandemi, saat ini memiliki dampak baik yang mengutamakan kesehatan, apalagi jika hal tersbut menjadi sebuah kebiasaan nantinya. Tentunya dibalik peristiwa covid-19, terdapat hal positif yang dapat kita rasakan, dan banyak membawa dampak positif terhadap bumi kita.

Penulis            : Ismawati

Prodi               : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Instansi           : Universitas Muhammadiyah Purworejo