Pembelajaran Melalui Media Berkearifan Lokal Pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar

Mengawali tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama corona atau lebih dikenal dengan Covid-19 (Corona Virus Disease-19). Dimulai dari Wuhan, Cina dan dengan sangat cepat penularannya menyebar ke berbagai negara di dunia. Segala aspek kehidupan menjadi berubah akibat dari wabah yang mendunia. Tidak terkecuali dunia pendidikan juga terdampak.  

Hampir sama dengan situasi negara lain, semua sekolah di Indonesia di liburkan dan mengganti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan system Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran berubah drastis, dari semula langsung tatap muka antara guru dengan siswa di kelas, menjadi secara jauh via daring dari rumah masing-masing. Hal ini lah yang membuat guru untuk lebih kreatif dalam menghadapi perubahan yang ada.

Upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah merancang pembelajaran semenarik mungkin dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajaran. Salah satu media pembelajarn yang dapat  digunakan dalam penyampaian pembelajaran kepada siswa adalah media pembelajaran berkearifan lokal.

Media berkearifan lokal adalah media yang mengaitkannya dengan kearifan lokal suatu daerah, bisa dari suatu lokasi, makanan, alat, permainan, dan budaya yang ada di daerah tersebut. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh salah satu guru suatu SD telah menggunakan media pembelajaran berkearifan lokal. Media pembelajaran tersebut berupa suatu video yang di dalamnya  di kaitkan dengan kearifan lokal suatu daerah. Oleh karena itu media pembelajaran berkearifan lokal dianggap sebagai pilihan terbaik karena dapat menjadikan siswa lebih mengerti akan lingkungannya, mampu menanamkan konsep kepada siswa untuk menjaga kearifan lokal yang ada disekitar dan agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh arus globalisasi saat ini.

Siswa akan lebih mudah memahami ketika guru memberikan contoh yang nyata, misalnya guru menyajikan video jalan-jalan ke pasar membeli makanan khas yang ada di daerah tersebut. Kemudian bertanya langsung kepada penjualnya bagaimana cara membuatnya, lalu apa saja bahan-bahannya. Pembelajaran terasa begitu kontekstual, sehingga siswa dapat menyerap materi apa yang telah dipelajari. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini, ketika siswa dilepas untuk membaca buku sendiri akan sulit menerima pembelajarannya jadi memang penggunaan media pembelajaran itu sangat penting supaya siswa itu lebih mudah memahami materi ketika belajar dirumah.

Oleh : Puji Ingtiyasningsih

Universitas Muhammadiyah Purworejo