Penerapan Pembelajaran Bahan Ajar IPA untuk Siswa SD

Pendidikan  adalah suatu pembelajaran adanya motivasi atau dorongan dengan pengetahuan, ketrampilan,  dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau observasi. Pendidikan juga  sering  terjadi di bawah bimbingan orang lain, Namun dapat  memungkinkan secara otodidak.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah suatu mata pelajaran yang berperan penting dalam pendidikan.IPA juga suatu pengetahuan bersifat  objektiv  tentang alam sekitar isinya,tetapi pembelajaran IPA dalam SD ini sering lupa dimensi  proses yang ada akan lebih memilih dalam buku bahan ajar untuk bisa memahami apa itu IPA.Maka dari itu Guru memotivasi siswa SD untuk memahami IPA itu sendiri. Pembelajaran IPA merupakan suatu interaksi antara komponen-komponen pembelajaran seperti pendidik,peserta didik,alat atau media belajar dalam bentuk kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengembangan karakter dilakukan pada semua jenjang pendidikan, salah satunya perguruan tinggi. Pengembangan karakter ini dapat dilakukan melalui internalisasi pada bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mendeskripsikan repson pengguna bahan ajar pada mata pelajaran IPA SD. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model HOTS.Respon Siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan adalah Siswa merasa tertarik karena bahan ajar yang dikembangkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memuat banyak gambar konsep materi IPA.Untuk suatu siswa harus bisa memahami karakter yang muncul selama proses pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA berbasis karakter adalah : 1). Disiplin, 2). Toleransi, 3). Tanggung jawab, 4). Jujur, 5). Berpikir logis, kritis, keratif dan inovatif, 6). Rasa ingin tahu, 7). Peduli sosial dan lingkungan, 8). Sadar akan hak dan kewajiban orang lain.

Berdasarkan langkah-langkah pengembangan 3-D, peneliti memodifikasi langkah-langkah tersebut menjadi dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dimulai dari observasi awal yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan mengumpulkan data guna menentukan tujuan penelitian yang akan dicapai dengan cara melakukan observasi ke sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian.Sehingga mampu menyajikan materi dan pembahasan yang berbasis masalah atau Problem Based Learning sehingga dapat meningkatkan kemampuan HOTS pada siswa. Menunjukkan bahwa hasil validasi student worksheet memperoleh rata-rata nilai dari validato sebesar 3.8 atau sebesar 95% untuk materi dan 3.7 atau sebesar 92, 5% untuk desain dengan kategori sangat baik. Sedangkan keterlaksanaan pembelajaran guru dengan kategori sangat baik ditunjukkan dengan skor akhir keterlaksanaan pembelajaran sebesar 3, 54 atau 88, 5%; hasil belajar siswa kelas eksperimen, yaitu hasil belajar ranah sikap dengan skor rata-rata 3, 04 atau sebesar 76%,ranah pengetahuan dengan skor rata-rata 2.96 atau sebesar 74% dan keterampilan dengan skor rata-rata 3.36 atau sebesar 84%. Jadi kesimpulannya Pembelajaran IPA untuk siswa SD dalam bahan ajar memiliki berbasis karakter yang secara logis,sehingga dapat meningkatkan kemampuan HOTS pada siswa SD.Namun dalam pembelajaran IPA untuk memperoleh rata-rata nilai dari besarnya validato.Dalam eksperimen hasil belajar pada siswa itu adanya ketrampilan dan kekreatifan itu sendiri.

Penulis: Rizki Dewi Anjelina