Penerapan Problem Solving Dalam Pembelajaran IPA SD

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses dan produk. Hubungannya dari definisi IPA diatas diharapkan dalam kondisi kehidupan yang serba berubah dengan cepat seperti sekarang ini, kerap kali pengetahuan yang dimiliki tidak dapat diterapkan untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul.Oleh karena itu, dalam Pendidikan IPA siswa diharapkan memiliki kemampuan yang diperlukan, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keterampilan memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Siswa sebagai makhluk individu, sosial, dan sebagai warga negara perlu mengembangkan diri untuk dapat hidup ditengah-tengah masyarakat, apalagi diikuti reformasi yang menuntut perubahan di segala bidang kehidupan manusia, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan Hankam.  Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kemampuan wawasan, keterampilan berpikir kritis (critical thinking skill) dan pemahaman serta mampu menyikapi terhadap segala sesuatu yang dialami dan dihadapi dalam kehidupannya.

Pendekatan saintifik sebagai proses kegiatan pembelajaran dari penerapan Kurikulum 2013 belum berfungsi dengan maksimal sehingga menyebabkan rendahnya ketuntasan yang belum mencapai persentase minimal KKM yang ditentukan oleh sekolah. Salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam mengoptimalkan kemampuan HOTS adalah melalui penerapan metode problem solving. Apa itu metode? Metode merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang sudah disusun dapat tercapai secara optimal.

Metode problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan metode seperti problem solving itulah siswa mampu dihadapkan pada persoalan yang harus diselesaikan terhadap permasalahan terkait ilmu pengetahuan alam di lingkungan sekitar.

Langkah kegiatan yang dilakukan yaitu siswa diberikan tugas untuk melakukan observasi atau mengamati langsung peristiwa apa yang terjadi di lingkungan sekitar kemudian mencatat hal-hal apa saja yang sudah diamati. Setelah mencatat, lalu siswa diperintahkan untuk melakukan suatu tindakan langsung.Dengan adanya kegiatan pembelajaran seperti itu maka, siswa mampu menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi dengan baik dan benar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh terhadap penerapan metode pembelajaran problem solving pada kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Oleh karena itu, metode problem solving dapat dijadikan sebagai salah satu jalan alternatif atau solusi dalam mengoptimalkan kemampuan HOTS pada pembelajaran IPA SD. Sebab, metode problem solving itu dapat memberikan sikap kemandirian anak untuk dapat memecahkan atau menyelesaikan suatu masalah dengan berpikir tingkat tinggi / kritis, kreatif serta berinovatif.

Nama : Shirley Zahra Zeta
instansi : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)