Efek Pandemi Terhadap Perekonomian Orang Tua Untuk Pendidikan Anak

Pandemi sudah melanda dunia hampir 2 Tahun, belum ada ahli yang bisa memprediksi kapan pandemi akan benar-benar berakhir secara akurat. Sebagai manusia kita hanya bisa melakukan tindakan preventif guna mencegah penularan Covid 19 semakin meluas, seperti Vaksinasi dan penerapan 3 M secara Konsisten.

Tidak hanya menjadi masalah kesahatan pandemic juga menjadi masalah ekonomi, karena banyak negara yang melakukan pembatasan pergerakan warganya guna menekan penularan virus covid 19 (lockdown). Hal ini memberikan kolerasi terhadap ekonomi negara yang menerapkan lockdown , secara otomatis ekonomi terganggu karena mobilitas manusia di Batasi yang tadinya berbelanja ke pasar 2 kali seminggu untuk membeli kebutuhan sehari hari menjadi 1 kali saja.

Kehilangan pendapatan rumah tangga yang terjadi secara tiba-tiba menimbulkan ketidakstabilan situasi ekonomi keluarga dan dapat berujung pada kemiskinan. Suasana pandemi Covid-19 ini telah mengembalikan kesadaran akan pentingnya pendidikan keluarga yang selama ini jarang dilakukan atau bahkan diabaikan oleh sebagian orang tua.

Pada masa pandemi Covid-19 ini ekonomi keluarga terganggu, sementara pendidikan anak tetap terus berlangsung. Anak tetap harus belajar dari rumah yang membutuhkan HP Android, laptop, pulsa, paket internet dan sebagainya. Kalau ekonomi keluarga sudah terganggu, sulit untuk memenuhi itu semua. Apalagi saat ini, Indonesia telah memasuki resesi ekonomi semua serba sulit dan keuangan keluarga makin menipis sehingga langkah yang harus dilakukan adalah memanajemen keuangan keluarga dengan sebaik mungkin. Dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, keluarga harus berfikir keras dan berusaha semakin gigih agar pendidikan anak tidak begitu terganggu. Dampak pandemi Covid-19 yang begitu luas, maka pemerintah dan semua pihak terus bersinergi untuk menekan lajunya dampak tersebut. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi serta menekan lajunya penyebaran Covid-19 dan kita semua hendaklah mematuhi protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Berdasarkan paparan di atas menurut saya efek yang ditimbulkan oleh pademi covid-19 sangat berpengaruh pada ekonomi keluarga dan pendidikan anak, oleh karena itu seharusnya subsidi pendidikan dari pemerintah harus konsisten diberikan kepada seluruh lapisan pelajar, karena sejauh ini subsidi yang diberikan terhadap lapisan pelajar belum maksimal, contohnya seperti sekarang ini di kalangan beberapa pelajar sudah tidak mendapatkan subsidi internet dikarenakan pada bulan juli 2021 akan dilaksanakan pembelajaran secara luring.

Oleh: Hanif Setiadi

Prodi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Instansi: Universitas Muhammadiyah Purworejo