Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi

Munculnya Covid-19 di Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu sangat mengganggu proses pembelajaran di sekolah-sekolah, maka beberapa sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran online atau daring untuk mencegah penyebaran Covid-19. pembelajaran online dirasa kurang efektif bagi para pendidik dan peserta didik. Peserta didik dirasa kurang memahami materi apa yang disampaikan oleh pendidik dalam pembelajaran daring.

Sebenarnya pembelajaran tatap muka akan direncanakan pada bulan Januari 2021 lalu namun vaksinasi belum dilaksanakan secara maksimal. Dan pada akhirnya ditetapkan sekolah tatap muka pada bulan Juli 2021. Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarin mewajibkan untuk pembelajaran tatap muka dilakasanakan pada bulan Juli 2021. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan setelah pemerintah melakukan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidik. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan sistem rotasi yaitu sekitar 50% mahasiswa yang masuk dan sisanya melakukan pembelajran daring. Dalam pembelajaran tatap muka juga diwajibkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Pihak Nadiem Makarim menjelaskan “Setiap perguruan tingi diperkenankan memulai pembelajaran tatap muka apabila memang sudah dinilai sudah siap. Kesiapan dapat dilihat dari komitmen menjalankan protokol kesehatan dan sudah sesuai dengan kebijakan Ditjen Dikti yakni Surat Edaran Nomor 6 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021” (kr Kompas.com 09/03/2021)

Pembelajaran tatap muka juga dikatakan lebih mudah dilakukan karena pada pembelajaran daring sebagian pendidik masih canggung dalam mengoperasikan laptop dan komputer dan juga keterbatasan sinyal. Sebagian mahasiswa juga merasa terbebani dikarenakan tugas perkuliahan yang kian menumpuk dan harus diselesaikan hari itu juga sehingga mahasiswa merasa jenuh dengan pembelajaran daring tersebut. Namun tidak semua mahasiswa merasa terbebani dan pembelajaran online juga dirasa lebih santai karena hanya dirumah saja dengan memandangi layar laptop dan komputer.

Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka dikatakan masih belum efektif lantaran kasus Covid-19 semakin meningkat, dan juga mahasiswa yang baru saja masuk semester dua belum siap untuk mengikuti pembelajaran daring di pertengahan semester. Kemudian sebagian mahasiswa juga mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka dapat menghilangkan kejenuhan saat melakukan pembelajaran online, materi dapat dipahami, dan mahasiswa dirasa lebih semangat dan fokus jika pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Selain itu mahasiswa juga dapat melepas kerinduan pada pembelajaran secara tatap muka.

Oleh:

Annisa Renata Nuswantari

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Ahmad Dahlan