Kamis , Oktober 6 2022
Beranda / Artikel / Manfaatkan Bahan Alami Daun Sirih dan Jeruk Nipis Sebagai Antiseptik

Manfaatkan Bahan Alami Daun Sirih dan Jeruk Nipis Sebagai Antiseptik

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purworejo, melaksanakan kegiatan wajib bagi mahasiswa berupa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), hal itu dilakukan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

KKNT kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelum adanya Pandemi Covid-19. Jika sebelumnya bisa leluasa melakukan kegiatan, selama Pandemi Covid-19 dalam kegiatan untuk menjalankan program kerja bersama masyarakat menjadi sangat terbatas. Adapun program kerja yang dijalankan berupa sosialisasi hand sanitizer dari bahan alami yaitu dari daun sirih dan jeruk nipis, tanpa menggunakan alkohol.

Dalam hal ini untuk Kelompok 8 KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun 2021/2022 terdiri atas Ketua Kelompok Desita Lianasari, Anggota Panji Muhammad Dibyo, Siswono, Carel Aksan, Intan Kartikasari, dan Rayhan Farrell Swandhana. Dalam menjalankan program kerjanya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Fitri Rahmawati, S.E., M.M.

Kegiatan yang lebih menitikberatkan pada Pemanfaatan Bahan Alami dari Daun Sirih dan Jeruk Nipis sebagai Antiseptic tersebut digelar di Aula Balai Desa Wingko Sigromulyo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dihadiri oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa Wingko Sigromulyo, ketua beserta pengurus maupun Anggota PKK Desa Wingko Sigromulyo, Karang Taruna Desa Wingko Sigromulyo, BPD Desa Wingko Sigromulyo, Ketua RT/RW Desa Wingko Sigromulyo serta Dosen Pembimbing Lapangan KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo Fitri Rahmawati, S.E., M.M.

Pada kesempatan itu beberapa Mahasiswa KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo memaparkan materi serta memberikan penjelasan secara detil tentang daun sirih dan jeruk nipis, yang dipergunakan sebagai bahan pembuatan hand sanitizer.

Guna mendukung kegiatan sosialisasi, para Mahasiswa KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo itu juga menampilkan video mengenai langkah-langkah pembuatan hand sanitizer.

Dijelaskan oleh Ketua Kelompok Mahasiswa KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo Desita Lianasari, bahwa hand sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan anti bakteri sehingga mampu menghambat bakteri atau kuman, mengurangi mikroba penyebab infeksi, seperti virus dan bakteri.

Penggunaan daun sirih dalam pembuatan hand sanitiser, memiliki manfaat yang sangat banyak, salah satunya tumbuhan yang mengandung zat antiseptik dan dapat membunuh bakteri serta memiliki daya antioksida, antiseptik, fungisida dan bahkan sebagai bakterisida serta bebas alkohol.

Untuk bahan lainnya seperti Jeruk Nipis juga memiliki kaya manfaat untuk kesehatan, diantaranya mampu menghambat pertumbuhan bakteri, mengurangi bau yang kurang sedap dari daun sirih, air atau sari jeruk nipis kaya akan vitamin C dan baik untuk kulit.

Namun karena bersifat alami maka perlu diperhatikan bahwa penggunaan hand sanitizer tanpa alkohol itu akan lebih baik jika digunakan sebelum satu minggu.

Adapun untuk peralatan dan bahan yang perlu disiapkan guna proses pembuatan hand sanitizer alami itu, diantaranya panci, saringan, pisau, mangkuk, dan botol spray. Sementara itu untuk bahannya terdiri atas daun sirih, jeruk nipis dan air bersih.

Sementara itu untuk langkah-langkah pembuatan hand sanitizer dari daun sirih dan jeruk nipis dimulai dari mencuci daun sirih hingga bersih pada air mengalir. Kemudian potong daun sirih hingga berukuran kecil, baru disiapkan panci berisi 200 ml air bersih. Lalu masukkan potongan daun sirih, terus rebus daun sirih selama kurang lebih 20 menit, dan tunggu hingga air sampai mendidih.

Langkah berikutnya, menyiapkan perasan air jeruk nipis sebanyak 100 ml, memasukkan perasan jeruk nipis ke dalam rebusan air daun sirih yang sudah didinginkan. Diaduk hingga rata, lalu ditiriskan dan memasukkan air rebusan daun sirih maupun perasan jeruk nipis ke dalam botol spray, barulah hand sanitizer siap digunakan. (*)


Kelompok KKNT Universitas Muhammadiyah Purworejo 2022 :

1. Desita Lianasari (182110044/PBSI)

2. Panji Muhammad Dibyo Siswono (182520055/Teknologi Informasi)

3. Carel Aksan (182520065/Teknologi Informasi)

4. Intan Kartikasari (182120029/PBI)

5. Rayhan Farrell Swandhana (182520039/Teknologi Informasi)

Dosen Pembimbing : Fitri Rahmawati, S.E., M.M.

Tentang Bagelen Channel

bagelenchannel.com | Berita Onlinenya Purworejo, Khas, Aktual, dan Inspiratif

Periksa Juga

Desa Tangkisan Kini Dinilai Sangat Dinamis

Oleh : Jamil Siregar Sekilas saat nama Tangkisan disebut, seolah-olah nama itu terkesan sangar, sebab …