Minggu , Juli 3 2022
Beranda / Opini / Alat Peraga Lensa Mata Berbasis 3R (Reuse, Reduce, Dan Recycle)

Alat Peraga Lensa Mata Berbasis 3R (Reuse, Reduce, Dan Recycle)

Oleh : Ratnawati dan Nur Latifatun Nikmah

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik, karena dapat merambat melewati ruang hampa. Cahaya dihasilkan oleh suatu sumber cahaya memiliki panjang gelombang pada rentang antara 400 nm hingga 600 nm. Cahaya memiliki sifat antara lain merambat menurut garis lurus, dipancarkan dalam bentuk radiasi, dapat mengalami pemantulan, pembiasan, peruraian, dan lainnya.

Dari sifat cahaya merambat lurus akan membentuk bayang-bayang yaitu daerah gelap di belakang benda tak tembus cahaya. Bayang-bayang bentuknya sama dengan bentuk benda aslinya. Ada dua jenis bayang-bayang yaitu bayang gelap atau umbra dan bayang-bayang kabur atau penumbra.

Sementara itu salah satu contoh pemantulan adalah pemantulan pada cermin baik itu cermin datar, cermin cekung, maupun cermin cembung. Pada cermin datar dihasilkan bayangan maya, tegak, dan sama besar, sedangkan untuk cermin cekung dan cermin cembung bayangan yang dihasilkan bisa bersifat maya atau nyata, bisa tegak atau terbalik, dan bisa diperbesar atau diperkecil, bergantung pada dimana posisi bendanya.

Alat optik adalah penglihatan manusia, baik alamiah maupun buatan manusia. Alat optik alamiah adalah mata dan alat optik buatan adalah alat bantu penglihatan manusia untuk mengamati benda-benda yang tidak dapat dilihat dengan jelas oleh mata. Yang termasuk alat optik buatan antara lain kacamata, kamera, lop, mikroskop, dan periskop.

Alat peraga adalah suatu benda asli dan benda tiruan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir abstrak bagi peserta didik. Penggunaan alat peraga lensa mata ini berbahan bekas yang diharapkan kita semua dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kelebihan dari alat peraga ini mudah dibuat, bahan bakunya lebih mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya yang mahal.

Namun demikian, alat peraga ini memiliki kekurangan yaitu dalam penggunaannya harus menggunakan listrik sehingga jika kita melakukan simulasi kepada anak di bawah umur harus didampingi oleh orang dewasa. Pada alat peraga ini menjelaskan mengenai cara kerja mata yang dapat menghasilkan bayangan yang jelas dan kabur.

Adanya alat peraga ini, mempermudah dalam menyampaikan pembelajaran materi cahaya dan alat optik. Kami mengadakan simulasi kepada anak-anak SD. Simulasi kami laksanakan pada hari Jumat, 13 Mei 2022 di Kelurahan Baledono RT 04/RW 06, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Simulasi ini untuk memenuhi tugas mata kuliah IPA Fisika materi cahaya dan alat optik. Dengan adanya simulasi ini anak-anak SD menjadi lebih bersemangat dan tertarik dengan pembelajaran yang sudah diberikan. (*)

  • Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Nama   : Ratnawati

Prodi   : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Nama   : Nur Latifatun Nikmah

Prodi   : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Tentang Bagelen Channel

bagelenchannel.com | Berita Onlinenya Purworejo, Khas, Aktual, dan Inspiratif

Periksa Juga

Kekurangan dan Kelebihan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SD

Oleh : Ryana Ayu Agus Tiara, Syabrina Nuraini Hidayat, Katya Osylany Pamungkas Pembelajaran   Tatap   Muka   …