Kamis , Oktober 6 2022
Beranda / Artikel / Desa Tangkisan Kini Dinilai Sangat Dinamis

Desa Tangkisan Kini Dinilai Sangat Dinamis

Oleh : Jamil Siregar

Sekilas saat nama Tangkisan disebut, seolah-olah nama itu terkesan sangar, sebab sering dihubungkan dengan sebuah pertarungan. Dalam dunia olahraga seni beladiri Tangkisan bisa diartikan sebagai teknik beladiri atau belaan dengan cara mengadakan kontak langsung atau benturan terhadap serangan lawan, dengan cara membendung atau mengalihkan serangan. Dalam menahan serangan lawan tersebut dengan menggunakan tangan, kaki dan tubuh.

Namun yang dimaksudkan di sini Tangkisan adalah nama sebuah desa kecil yang berada di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Secara historis belum banyak orang yang faham terkait asal-usul nama Desa Tangkisan ini, yang memiliki jumlah penduduknya kurang lebih sekitar 1.500 jiwa, seakan tersembunyi dari hiruk-pikuk dan dinamika pembangunan.

Namun tak demikian adanya, desa yang memiliki topografi berada di dataran rendah dan dilalui oleh aliran Sungai Jali itu, sebenarnya kini sangat dinamis, selalu berupaya beradaptasi dengan arus peradaban yang terus berkembang serta berupaya menemukan titik progres agar tidak tenggelam dalam danau modernitas.

Memang benar, bahwa dahulu Desa Tangkisan pernah menyandang predikat sebagai Desa Tertinggal. Dari data yang ada dahulu 90% penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan pendapatan perkapita sangat rendah. Sebuah desa yang aksesnya sangat sulit dengan dunia luar, karena kondisi jalan yang sangat tidak baik. Sebuah desa yang strata pendidikan masyarakatnya masih rendah. Namun sekali lagi itu semua adalah data dahulu, masa lalu yang telah berlalu.

Lain dahulu lain sekarang, justru di saat pandemi tengah beraksi, Desa Tangkisan giat dalam berbenah diri. Salah satunya melalui program Ketahanan Pangan, yang dibidani oleh Ketua TP PKK Desa Tangkisan, Erwati Aji, S.Pd., sehingga kini warga masyarakatnya menjadi sadar berkebun.

Warga memanfaatkan sejengkal tanah yang dimiliki untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang bermanfaat, baik tanaman sayuran, tanaman jenis obat-obatan serta berbagai tanaman hias guna mempercantik tempat tinggalnya.

Untuk menopang ekonomi akibat pandemi, TP PKK Desa Tangkisan juga menggelar Program Jum’at Berkah atau Jum’at Berbagai. Di satu sisi, banyak orang terbantu dengan Gerakan sedekah yang terus mengalir, sedangkan di sisi lain juga mampu menumbuhkan rasa empati bagi sesama.

Ternyata, program yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Tangkisan tersebut mampu membuahkan hasil. Hingga Desa Tangkisan oleh Camat Bayan Moehardjono, S.E., dipercaya untuk menjadi Duta Kecamatan Bayan maju Lomba Rumah Sehat dan Hatinya PKK Tingkat Kabupaten Purworejo.

Lebih mengejutkan lagi Desa Tangkisan mampu menorehkan prestasi dengan meraih Juara Harapan Satu dalam perlombaan tersebut. Hal itu tentu tak bisa lepas dari usaha keras yang telah dilakukan serta sinergitas yang terbangun antara Pemerintah Desa Tangkisan dengan warga masyarakatnya sangat bagus. Bisa saling bahu-membahu, saling mengisi untuk kemajuan serta upaya dalam mempercantik wilayah Desa Tangkisan.

Tak berhenti sampai di sana, Desa Tangkisan juga diberikan mandat untuk mewakili Kecamatan Bayan mengikuti Lomba Kampung Cantik Tingkat Kabupaten Purworejo. Hal ini tentu sangat menguntungkan, sebab secara tidak langsung saat mengikuti Lomba Kampung Cantik, otomatis melatih kemandirian desa guna membiasakan warga masyarakatnya untuk hidup bersih, indah dan sehat.

Lagi-lagi Desa Tangkisan dalam Lomba Kampung Cantik Tingkat Kabupaten Purworejo bisa meraih Juara Harapan Dua. Hal itu memotivasi warga masyarakatnya tidak mengenal rasa lelah untuk terus berbenah, terus berkembang menjadi salah satu desa yang maju. Tak lagi terus terbelenggu oleh predikat sebagai Desa Tertinggal. Perlahan namun pasti Desa Tangkisan kini terus membangun, menuju desa yang maju, desa yang penuh dinamika serta berprestasi.

Kini jalan poros desa yang telah dibangun dengan aspal hotmix disertai margin cor warna putih menambah semakin cantik wajah Desa Tangkisan. Bahkan sekarang sering dijadikan sebagai destinasi dan rute para pecinta olahraga bersepeda atau goweser.

Tampak setiap hari libur bisa dipastikan di Jalan Desa Tangkisan riuh para goweser sembari menikmati indahnya taman bermain anak-anak, hasil polesan tangan-tangan kreatif Karang Taruna Desa Tangkisan, di bawah bimbingan H. Syahrudin.

Fakta lain menyebutkan, bahwa dahulu banyak warganya yang masih buta huruf, namun kini sudah banyak terlahir sarjana-sarjana bahkan magister di Desa Tangkisan. Bahkan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, setidaknya terdapat 25 Anggota Kelompok Tani Maju Bersama pimpinan Dikun Supardi, mendapat paket bimbingan bertani melalui program IPDMIP ( Integrated Participatory Development & Management of Irrigation Project).

Diproyeksikan bagi peserta bimbingan bertani akan dilakukan 12 kali pertemuan. Rencananya di bawah Koordinator PPL Kecamatan Bayan, Siti Kurniasih, dengan penuh kesabaran dan ketekunan terus memberikan bimbingan kepada peserta IPDMIP agar bisa lebih maju dalam bertani. (*)

Penulis adalah Tokoh Masyarakat Desa Tangkisan.

Tentang Bagelen Channel

bagelenchannel.com | Berita Onlinenya Purworejo, Khas, Aktual, dan Inspiratif

Periksa Juga

Pemanfaatan Media Pembelajaran Power Point Berbasis Edugame Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Seiring dengan bertambahnya tahun, maka semakin pesat pula perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk di …