Pituruh | bagelenchannel.com – Sebuah ledakan hebat dilaporkan terjadi di rumah milik Rh (46) warga Dusun Tanggul Angin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (20/3/2026). Peristiwa yang terjadi sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri tersebut, sempat menggegerkan warga masyarakat sekitar yang sedang menunggu waktu berbuka puasa sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari pers rilis Polres Purworejo menyebutkan bahwa akibat dari kejadian itu satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Di bagian atap emperan rumah jebol dan genting tampak berhamburan di sekitar rumah. Setidaknya terdapat lima orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Korban masing-masing berinisial MRP mengalami luka bakar pada sebagian tubuh dan dirawat di RS Palang Biru Kutoarjo. Sementara itu, KVN mengalami luka kulit mengelupas pada bagian muka, tangan kanan, dan kaki kanan, dirawat di RSUD Prembun Kebumen. Tiga korban lainnya, yakni AKL, FF, dan AB, juga mengalami luka bakar dan luka pada bagian tubuh tertentu. Ketiganya sempat menjalani perawatan di RSUD Prembun Kebumen namun hingga laporan ini diturunkan ketiganya telah diperbolehkan pulang ke rumah.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas SPKT bersama personel identifikasi Polres Purworejo segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sisa-sisa ledakan mercon serta gulungan kertas mercon yang belum sempat meledak.
Disampaikan oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., bahwa pihaknya selama ini tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan mercon. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung (offline), siaran radio, media online, maupun melalui media sosial resmi Polres Purworejo.

“Selain berbahaya bagi keselamatan, penggunaan mercon juga memiliki konsekuensi hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menekankan pentingnya sinergitas antara kepolisian dan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya tindak pidana melalui call center Polri di nomor 110.
Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ledakan bermula saat salah satu korban meracik mercon berukuran sekitar 20 cm dengan diameter 3 cm di teras rumah. Saat itu, empat korban lainnya berada di lokasi dan menyaksikan proses perakitan.
Setelah bubuk bahan peledak dimasukkan ke dalam selongsong dan dipasangi sumbu, korban menutup bagian lubang dengan cara ditekan. Namun tak lama kemudian, mercon tersebut meledak dan memicu ledakan lainnya di sekitar lokasi.

Ledakan keras yang terdengar hingga dua kali sempat membuat warga sekitar panik. Beberapa warga langsung menuju sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak di dekat pintu rumah.
Lantas korban segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu warga lain secara spontan mengevakuasi korban dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain.
Akibat ledakan tersebut, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap teras, kaca jendela pecah, serta lantai berlubang dengan diameter sekitar 40 cm dan kedalaman 15 cm.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan tidak lagi menggunakan mercon yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Untuk sementara ini pihak Polres Purworejo sedang mendalami kasusnya,” pungkas Kapolres Purworejo.
(Eko Mulyanto)

