Kutoarjo | bagelenchannel.com – Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Eks Karesidenan Kedu menekankan pentingnya modernisasi dan profesionalisme organisasi. Acara yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kutoarjo, Ahad (1 Rajab 1447 H) atau (21/12/2025) tersebut dihadiri perwakilan PDM dan PDA dari Kabupaten/Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Kebumen, dan Wonosobo.
Ketua PDM Purworejo Drs. Pudjiono dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kapasitas diri pimpinan merupakan kunci agar Muhammadiyah bisa dikelola secara modern dan profesional. Ia mengatakan bahwa para pemimpin dan warga persyarikatan harus siap menghadapi era teknologi informasi. “Warga Muhammadiyah harus semakin percaya diri dan betah menjadi bagian dari Persyarikatan ini,” ujarnya menegaskan. Selain itu, Pudjiono juga mengajak seluruh pengurus untuk terus belajar dan berinovasi agar kegiatan organisasi lebih efisien dan terintegrasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua PDM Wonosobo sekaligus Koordinator PDM se-Kedu Drs. Bambang Wen, M.M., mengingatkan pentingnya menyelaraskan program-program PDM tingkat daerah dengan arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (PWM Jateng). Ia menyatakan bahwa setiap agenda wilayah Kedu harus merujuk pada prioritas PWM Jateng, seperti penguatan Korps Mubaligh Muhammadiyah minimal dua kali lipat jumlah ranting, pengembangan cabang, ranting, dan masjid, serta kesekretariatan yang profesional. Bambang Wen mengungkapkan bahwa sinergi antarwilayah akan meningkatkan efektivitas dakwah dan memberdayakan kader.
Wakil Ketua PWM Jateng Drs. Jumari Al Ngluwari, M.Pd., juga menyarankan agar meneladani 4 sifat Nabi dalam bergerak di Muhammadiyah. Selain itu, didorong untuk pemanfaatan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan unit Aisyiyah yang kurang berkembang sebagai lokasi kegiatan organisasi. Menurut Jumari, memaksimalkan fasilitas yang ada bisa membantu AUM/Aisyiyah tersebut menjadi lebih aktif dan makmur. “AUM dan Aisyiyah yang kurang berkembang bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan agar turut menjadi lebih makmur,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan semangat menumbuhkan ekonomi dan peran sosial perempuan di lingkungan Muhammadiyah.

Dalam sesi terpisah, Wakil Ketua PWM Jateng Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., M.H., menegaskan agar seluruh PDM di eks-Karesidenan Kedu berpedoman pada prioritas program kerja Muhammadiyah Jawa Tengah tahun 2026. Abduh Hisyam menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjalankan program-program unggulan PWM, termasuk bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Menurutnya, kepatuhan terhadap arahan wilayah akan memperkuat posisi Muhammadiyah dalam menjawab tantangan ke depan.
Hadirnya para pemimpin daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kedu pada rakor ini diharapkan mempererat koordinasi dan konsolidasi internal. Para peserta sepakat untuk meningkatkan kolaborasi antarunit dan memperkuat manajemen organisasi. Rakor ini menjadi momentum menyatukan langkah untuk menghadapi dinamika sosial dan memperkuat pondasi Muhammadiyah di wilayah Kedu.
(Akhmad Maulidin Musdani/Eko Mulyanto)

