Bagelen | bagelenchannel.com – Sebanyak 17 Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Rahayu, Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan pembuatan pupuk bokashi cair berbahan dasar kotoran kambing dan limbah organik, pada Senin (19/01/2026) lalu.
Kegiatan yang dimotori oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta Kelompok 115 ini, dipusatkan di rumah Anggota KWT Sari Rahayu, bernama Pariyanti dan praktek dilakukan di demplot rumah benih milik KWT Sari Rahayu.

Disampaikan oleh Ketua KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta Kelompok 115 Ariq Zaidan bahwa pupuk bokashi menjadi sebuah upaya dalam mendukung pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan bahan alami untuk menjaga kesehatan lingkungan.
“Pupuk bokashi juga membantu petani menurunkan biaya produksi sehingga proses budidaya lebih menguntungkan. Pupuk bokashi dapat mendorong budidaya tanaman mandiri dengan bahan produksi yang alami dan mudah didapatkan,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa Pupuk bokashi cair itu sendiri merupakan pupuk organik dalam bentuk cair yang diperoleh melalui proses fermentasi bahan organik.
“Pupuk bokashi melalui proses fermentasi anaerob (tanpa udara) dengan bantuan EM-4 (effective mikroorganinsm-4) untuk menghasilkan cairan yang mengandung nutrisi dan mikroba bermanfaat,” terangnya.

Sementara itu Ketua KWT Sari Rahayu, Supriyati, menyambut bai katas kegiatan para Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta Kelompok 115 tersebut.
“Peserta diharapkan bisa memahami proses pembuatan pupuk bokashi cair, kemudian memahami manfaat pupuk bokashi cair, dan sekaligus praktek membuat pupuk bokashi cair,” katanya.
Diharapkan ke depan sesuai dengan tema yang diusung, yakni Sinergi Mewujudkan Desa Mandiri Pangan dan Siaga Bencana Alam itu, dapat memunculkan kesadaran untuk memanfaatkan pupuk organik dalam proses budidaya pertanian guna menjaga keberlanjutan lingkungan.
(Eko Mulyanto)

