Bagelen | bagelenchannel.com – Di tengah tantangan kondisi geografis yang rawan bencana, edukasi sejak dini menjadi kunci utama keselamatan. Hal inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 115 untuk menggelar kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Simulasi Penyelamatan Diri di SD Negeri Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Kerja KKN UNS Surakarta Kelompok 115 periode bulan Januari – Februari 2026, yang mengusung tema besar Sinergi Mewujudkan Desa Mandiri Pangan dan Siaga Bencana Alam.
Dalam edukasi tersebut dikemas lebih menarik melalui dongeng yang disampaikan oleh Pendongeng Dea Arviana. Dengan pendekatan yang interaktif, para siswa lebih tertarik utamanya bagi mereka yang masih duduk di bangku kelas rendah (kelas 1 dan 2).
Ketua KKN 115 Universitas Sebelas Maret, Ariq Zaidan, menjelaskan bahwa, melalui dongeng tentang bencana alam, anak-anak diajak memahami fenomena alam dengan cara yang menyenangkan namun tetap edukatif.
“Sementara itu, untuk materi teknis mengenai kebencanaan, kami menggandeng praktisi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, yaitu Pak Huda dan Pak Rahmad. Mereka memberikan pemaparan komprehensif mengenai potensi bencana longsor dan gempa bumi kepada seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 serta para guru,” katanya.

Tidak hanya teori di dalam Aula SD Negeri Kemanukan, para siswa juga diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah penyelamatan diri di lapangan sekolah. Di bawah arahan tim BPBD Kabupaten Purworejo, para siswa bisa belajar untuk mencari tempat berlindung yang aman saat gempa terjadi. Kemudian bisa lebih mengenali tanda-tanda peringatan dini bencana tanah longsor dan melakukan proses evakuasi yang tenang menuju ke titik kumpul.
“Tujuan kami adalah untuk membekali siswa dan guru dengan pengetahuan praktis. Kami ingin mereka tidak hanya tahu apa itu gempa atau tanah longsor, akan tetapi tahu persis apa yang harus dilakukan saat bencana alam itu terjadi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari pihak SD Negeri Kemanukan, mereka menyambut positif inisiatif ini. Mengingat wilayah Kecamatan Bagelen memiliki potensi kerawanan terhadap bencana alam tertentu, edukasi ini dianggap sebagai langkah preventif yang krusial bagi keselamatan warga sekolah.
Sehingga diharapkan dapat menanamkan budaya sadar bencana sejak dini, sejalan dengan visi mewujudkan Desa Kemanukan sebagai desa yang tangguh dan siaga bencana.
(Eko Mulyanto)

