Skip to content
Bagelen Channel

Bagelen Channel

Semua Tentang Purworejo | Khas & Inspiratif

Primary Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Oase
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • Wabup Dion Lakukan Sidak Dua SPPG di Purworejo
  • Berita
  • Kabar Purworejo

Wabup Dion Lakukan Sidak Dua SPPG di Purworejo

Bagelen Channel 13 Maret 2026 4 minutes read
WhatsApp Image 2026-03-13 at 09.25.03

Purworejo | bagelenchannel.com – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Tepus Kulon di Kecamatan Kutoarjo dan SPPG Kaliwungu di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (11/3/2026). Sidak dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan keracunan serta persoalan pengelolaan lingkungan di dapur penyedia makanan program pemenuhan gizi tersebut.

Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Daerah serta Komisi IV DPRD Purworejo. Ia mengatakan, langkah pengecekan langsung ini dilakukan untuk memastikan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat berjalan sesuai standar, baik dari sisi keamanan pangan, kualitas gizi, hingga pengelolaan lingkungan.

“Kami melakukan sidak karena ada laporan masyarakat, khususnya terkait dugaan keracunan di SPPG Tepus Kulon. Saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan yang telah diambil. Jadi sementara ini masih dugaan,” katanya di sela-sela sidak.

Ia menegaskan, bahwa hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah. Jika terbukti terdapat makanan yang menyebabkan keracunan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.

“Kalau nanti dari hasil laboratorium ditemukan adanya bakteri atau penyebab keracunan dari sampel makanan tersebut, maka kami akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menutup sementara dapur yang terbukti melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Selain dugaan keracunan, sidak juga menemukan persoalan terkait perizinan dan pengelolaan limbah dapur SPPG. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., menyebut masih ada dapur yang belum memiliki izin lingkungan secara lengkap.

Ia mencontohkan kondisi di SPPG Kaliwungu, Bruno, yang masih melakukan pembuangan limbah secara langsung tanpa pengolahan yang memadai.

“Secara teknis mekanisme pengolahan limbahnya belum benar. Kami meminta seluruh dapur yang ada di Kabupaten Purworejo untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar memenuhi standar pengolahan limbah yang berlaku,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga mendorong transparansi dalam penyajian menu makanan, terutama selama bulan Ramadan yang sebagian besar berupa menu kering. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., meminta setiap dapur mencantumkan harga setiap item makanan serta kandungan gizinya.

Menurutnya, keterbukaan harga penting agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap kualitas menu yang disajikan.

“Standar harga yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 10.000 untuk porsi besar dan Rp 8.000 untuk porsi kecil. Dengan dicantumkannya harga dan komposisi menu, masyarakat bisa ikut memonitor apakah menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan standar gizi dan harga yang telah ditentukan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah pemenuhan gizi masyarakat, bukan semata-mata mencari keuntungan.

“Jangan sampai dapur hanya berpikir profit oriented. Yang utama adalah memberikan pelayanan gizi yang baik bagi penerima manfaat,” katanya.

Dion juga mengingatkan dapur SPPG yang mulai menangani program pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6 hingga 59 bulan. Menurutnya, kelompok ini sangat sensitif sehingga standar keamanan makanan harus benar-benar diperhatikan.

“Kami minta dapur yang menangani kelompok 3B ini untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penyusunan menu. Karena kelompok ini sangat rentan, jangan sampai niat baik pemerintah memberikan pelayanan gizi justru menimbulkan masalah kesehatan,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Dion juga menemukan adanya kendala komunikasi antara pihak yayasan pengelola dengan dapur SPPG. Kondisi ini terutama terjadi pada yayasan yang berdomisili di luar Kabupaten Purworejo.

“Komunikasi antara yayasan dengan kepala dapur, ahli gizi, maupun tenaga akuntan terkadang terkendala jarak. Karena itu kami meminta kepala dapur atau SPPI untuk berani mengambil sikap tegas apabila standar quality control tidak terpenuhi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepala dapur memiliki tanggung jawab penuh terhadap operasional SPPG, sehingga harus berani menolak jika ada kebijakan dari yayasan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan gizi.

Untuk memperbaiki sistem pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana mengundang seluruh yayasan pengelola SPPG setelah Idulfitri mendatang.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas standar layanan gizi dan keamanan pangan, tetapi juga memastikan dampak ekonomi program dapat dirasakan masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan perputaran uang dari program ini juga dirasakan oleh masyarakat Purworejo. Petani, UMKM, supplier, dan masyarakat sekitar dapur harus bisa ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Dion.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terbuka bagi seluruh yayasan dan pengelola dapur untuk terus berkoordinasi agar pelaksanaan program makan bergizi dapat berjalan optimal sesuai tujuan pemerintah.

“Program ini merupakan gagasan Presiden untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu kita harus memastikan pelaksanaannya benar-benar aman, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Eko Mulyanto)

About the Author

Bagelen Channel

Administrator

Bagelen Channel » Semua Tentang Purworejo | Khas & Inspiratif

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Menikmati Dua Wajah Yogyakarta Dalam Satu Perjalanan
Next: 456 Personel Kepolisian Diterjunkan Dalam Operasi Ketupat Candi 2026

Pos Terkait

WhatsApp Image 2026-04-16 at 07.10.49
  • Berita
  • Kabar Purworejo

Pemkab Purworejo Dorong Pelayanan Masyarakat yang Responsif dan Transparan

Bagelen Channel 16 April 2026 0
WhatsApp Image 2026-04-16 at 07.10.25 (1)
  • Berita
  • Kabar Purworejo

Bupati Purworejo Dorong Kreativitas Guru TK dan Paud, Hadirkan Pendidikan yang Menyenangkan

Bagelen Channel 16 April 2026 0
WhatsApp Image 2026-04-15 at 09.16.36
  • Berita
  • Kabar Purworejo

POPDA Purworejo 2026 Resmi Dimulai, 25 Cabor Siap Dipertandingkan

Bagelen Channel 15 April 2026 0
  • Redaksi
  • Media Partner
  • Disclaimer
  • Youtube
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
Bagelen Channel | Copyright ©2026 All rights reserved | MoreNews by AF themes.