Oleh : Wisnu Graha, S.P.
Bagelen | bagelenchannel.com – Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terus berupaya mengoptimalkan potensi wisata melalui pengembangan inovasi Eksotika Bagelen (Eksplorasi Wisata dan Kebudayaan Bagelen). Inovasi ini merupakan pengembangan dari program serupa pada tahun sebelumnya, dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong potensi lokal agar semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Eksotika Bagelen dirancang sebagai pola pemberdayaan masyarakat yang mendorong pengembangan potensi wisata dan kebudayaan secara terarah, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui inovasi ini, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok masyarakat, pelaku seni dan budaya, serta pelaku pariwisata didorong untuk bersama-sama menggali, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan lokal Bagelen.
Pengembangan inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh beragamnya potensi wisata dan kebudayaan Kecamatan Bagelen yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Upaya pengembangan dan promosi potensi daerah dinilai masih perlu diperkuat agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melalui kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan perangkat daerah terkait.
Pada 2026, Kecamatan Bagelen mengangkat dan mengembangkan Grebeg Bagelen sebagai program inovasi unggulan dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan penguatan nilai sejarah, seni, budaya, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat Bagelen.
Menggali Sejarah Sunan Geseng
Rangkaian Grebeg Bagelen 2026 diawali dengan Sarasehan dan Diskusi Publik bertema “Sunan Geseng: Wali Larat, Riwayat, dan Laku Hayat” pada 2 September 2026. Kegiatan ini mengangkat hasil penelitian sejarah mengenai perjalanan Raden Cakrajaya hingga dikenal dengan gelar Sunan Geseng.
Tim peneliti dari Tapa Rembaka Institute memaparkan hasil penelusuran sejarah yang dilakukan di berbagai tempat dan daerah yang berkaitan dengan perjalanan tokoh tersebut. Hasil penelitian kemudian dikaji bersama narasumber pakar sejarah untuk memperdalam pembahasan dan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Penelitian dan pengkajian ini diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan kesimpulan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi rujukan dalam penyusunan buku komprehensif atau Buku Babon berjudul “Sunan Geseng: Wali Larat, Riwayat, dan Laku Hayat”.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat dokumentasi sejarah lokal sekaligus memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat mengenai sosok Sunan Geseng dan keterkaitannya dengan sejarah Bagelen.
Kirab Budaya, Seni, dan UMKM Meriahkan Grebeg Bagelen
Semangat pelestarian budaya berlanjut melalui Kirab Budaya Bagelen atau Bagelen Culture Festival pada 5 September 2026. Dalam kegiatan ini, peserta mengenakan busana bernuansa khas budaya Jawa dan membawa gunungan hasil bumi yang dipikul bersama.
Kirab menempuh rute dari Petilasan Sunan Geseng menuju Pendopo Balai Desa Bagelen. Selain menjadi pertunjukan budaya, kegiatan ini juga merepresentasikan kebersamaan masyarakat serta rasa syukur atas hasil bumi dan kekayaan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian Grebeg Bagelen dilanjutkan dengan pagelaran seni pada 6 September dan pengajian akbar pada 7 September 2026. Sementara itu, gelar UMKM berlangsung selama tiga hari, pada 5–7 September 2026, sebagai ruang promosi bagi produk-produk usaha masyarakat.
Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi. Melalui keterlibatan pelaku seni, komunitas, dan pelaku UMKM, Grebeg Bagelen diharapkan mampu memperluas ruang ekspresi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Bibit Aren untuk Konservasi dan Penguatan Ekonomi
Grebeg Bagelen 2026 juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan komoditas lokal. Hal ini ditandai dengan penyerahan simbolis bibit aren kepada perwakilan desa.
Tanaman aren dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan sekaligus tanaman konservasi di Kecamatan Bagelen. Pengembangannya diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan, khususnya di Kawasan Perbukitan Menoreh, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan hasil tanaman.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan potensi daerah dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkan aspek kebudayaan, pariwisata, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi untuk Masa Depan Bagelen
Melalui Eksotika Bagelen, Kecamatan Bagelen berupaya membangun daya tarik wilayah yang bertumpu pada kekayaan seni dan budaya, destinasi wisata, tradisi dan adat istiadat yang masih hidup di tengah masyarakat, serta produk khas UMKM.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar potensi yang dimiliki setiap desa dapat dikenali, dikembangkan, dan dipromosikan secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Penyelenggaraan Grebeg Bagelen 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Bagelen, Pemerintah Desa Bagelen, Paguyuban Masyarakat Kreatif Bagelen, Pokdarwis Paduga Bagelen, Tapa Rembaka Institute, dan Paguyuban Muda Ganesha.
Dengan semangat “Menggali Potensi, Menghidupkan Wisata, Melestarikan Budaya”, Eksotika Bagelen 2026 diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat identitas lokal, menghidupkan potensi pariwisata, menjaga warisan budaya, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. Melalui inovasi ini, Kecamatan Bagelen berupaya membuktikan bahwa kekayaan sejarah, budaya, alam, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi modal penting untuk membangun wilayah yang semakin dikenal, berdaya saing, dan sejahtera. (*)

