Upaya Guru Meningkatkan Keterampilan Proses melalui Metode Inkuiri di Sekolah Dasar

Pembelajaran IPA di sekolah dasar saat ini mengalami penurunan dengan adanya pandemic covid-19. Pada era sekarang ini  pembelajaran masih didominasi guru dan tidak memberikan akses bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikir. Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila guru mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan kepada peserta didiknya. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan siswa dalam pembelajaran yaitu menggunakan metode inkuiri.

Metode inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan siswa untuk melakukan eksperimen mandiri secara luas agar melihat apa yang akan terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan lainnya, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik lain. Metode ini mempunyai karakteristik menggunakan keterampilan-keterampilan yang dapat diterapkan pada mata pelajaran sains pada siswa sekolah dasar.

Pembelajaran sains menekankan pada proses yang  mengharuskan siswa agar bisa membangun pengetahuannya sendiri melalui rangkaian kegiatan belajar yang membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Melalui metode inkuiri ini siswa juga bisa mengembangkan keterampilan prosesnya. Keterampilan proses sains merupakan kemampuan peserta didik dalam menerapkan metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan sains serta menemukan ilmu pengetahuan. Keterampilan proses sains harus dimiliki oleh peserta didik sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang dimiliki.

Penggunaan metode inkuiri digunakan dengan tujuan untuk menggembangkan kemampuan siswa dalam belajar juga menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran IPA di SD sehingga siswa lebih terdorong untuk lebih kreatif dalam belajar, yang pada akhirnya siswa memperoleh hasil belajar yang optimal.

Dari hasil wawancara yang saya lakukan dengan salah satu guru Sekolah Dasar di Purworejo beliau mengatakan bahwa sering menggunakan metode inkuiri, demonstrasi, dan ceramah dalam pembelajaran. Namun yang paling sering digunakan adalah metode inkuiri dengan tujuan untuk  meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penerapan metode inkuiri dalam meningkatkan keterampilan proses sains yaitu siswa diberi kesempatan untuk mengobservasi sendiri, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri. Peran guru disini hanya sebagai fasilitator dan membimbing siswa agar eksperimen berjalan dengan baik dan tidak ada kekeliruan didalamnya.

Jenis keterampilan yang yang sering digunakan yaitu observasi (pengamatan) setelah mengamati anak akan mengklasifikasi (mengelompokkan), memprediksi (mengambil dugaan awal), menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil dari eksperimen. Kesulitan yang sering dihadapi siswa pada sintak metode inkuiri yaitu siswa masih kesulitan dalam proses menyimpulkan hasil dari eksperimen yang dilakukannya karena keterbatasan bahasa yang mereka kuasai sehingga ketika menyampaikan kesimpulan mereka masih merasa kesulitan.

Sikap siswa saat penerapan keterampilan proses sains ini menjadikan mereka merasa senang karena pembelajaran menjadi lebih aktif dan lebih bisa memahami materi pembelajaran karena mereka melakukan sendiri dan menyimpulkan apa yang sudah mereka pelajari. Penerapan keterampilan proses ini membuat siswa tidak hanya paham tentang teori namun juga memahami konsep-konsep sains.

Hasil dari metode pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan proses ini menjadikan siswa merespon baik pembelajaran yang terjadi dilihat dari banyaknya siswa yang lebih aktif dalam kegiatan eksperimen yang dilakukan. Hasil pembelajaran siswa menjadi meningkat karena siswa merasa senang saat pembelajaran berlangsung karena tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal. Harapannya penerapan keterampilan sains ini dalam kehidupan sehari-hari siswa bisa lebih aktif, kreatif, inovatif, berpikir kritis, dan mampu mengomunikasikan dengan baik apa yang sudah mereka pelajari.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan proses siswa yaitu dengan cara siswa harus dibiasakan untuk melakukan eksperimen, pengamatan, mengumpulkan data, menguji konsep, dan menarik kesimpulan secara berulang-ulang agar keterampilan ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya.

Nama    : Shafira Hidayah

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Instansi : Universitas Muhammadiyah Purworejo