Guru Dalam Pembelajaran Tematik SD

Saat ini, proses pembelajaran di SD mengacu pada kurikulum 2013. Pembelajaran kurikulum 2013 menggunakan pendekatan secara tematik. Tematik di SD merupakan suatu pembelajaran yang menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu kesatuan dalam berbagai tema sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna pada peserta didik. Tema merupakan suatu pokok pembahasan yang akan dipelajari. Pembelajaran tematik hanya berfokus pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, PPKn, IPA, IPS, SBdP, dan Penjasorkes.

Pembelajaran tematik menerapkan berbagai kompetensi di dalam pembelajarannya yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Artinya dalam proses pembelajaran peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan bidang pengetahuan saja, namun harus mengedepankan sikap dan keterampilan. Pembelajaran tematik diharapkan mampu memberikan makna yang utuh kepada peserta didik. Dengan demikian peserta didik lebih memahami dalam proses belajar. Pembelajaran ini berpusat pada peserta didik sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung saat pembelajaran. Peserta didik mampu memahami konsep yang mereka pelajari karena terlibat langsung didalamnya.

Guru dalam proses pembelajaran berperan sebagai fasilitator, motivator dan menjadikan peserta didik untuk belajar mandiri. Peserta didik dituntut untuk menggali informasi sebanyak mungkin agar mereka terlibat langsung dalam berpikir dan mencari penyelesaian masalah. Guru sebelum melaksanakan pembelajaran harus merancang pembelajaran terlebih dahulu agar peserta didik mampu memproleh pengalaman pengetahuan yang bermakna. Guru harus mampu menghidupkan pembelajaran agar dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada peserta didik.

Guru dalam kegiatan mengajar tematik harus mengaitkan beberapa materi pelajaran menjadi satu kesatuan yang berhubungan. Akan tetapi, tidak semua guru mampu menghubungkan pembelajaran satu dengan lainnya dalam satu tema. Kebanyakan guru bingung dalam menghubungkan materi dan kurang tepat. Misalnya, dalam kegiatan pembelajaran terdapat materi PPKn, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Akan tetapi, ketika akan berpindah dari materi PPKn ke Bahasa Indonesia guru masih bingung dalam menyampaikan hubungannya. Dengan demikian, guru perlu berlatih lebih mendalam untuk mengaitkan pembelajaran agar peserta didik dapat menerima materi dengan jelas. Dalam pembelajaran, guru harus mendorong dan memotivasi peserta didik untuk terus belajar, membaca, mendiskusikan, dan menyimpulkan secara bersama-sama. Guru perlu menambahkan informasi dan menguatkan pengetahuan pada peserta didik agar mereka mendapatkan ilmu yang lebih bermakna. Oleh karena itu, dalam mengajarkan pembelajaran tematik pada peserta didik guru perlu menyiapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar peserta didik termotivasi untuk belajar.

Nama: Laviola Safriyaningsih
Instansi: Universitas Muhammadiyah Purworejo
Prodi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar