Selasa , November 29 2022
Beranda / Artikel / Kebijakan Kurikulum Pada Sistem Pendidikan di Indonesia Masih Terus Mengalami Perubahan

Kebijakan Kurikulum Pada Sistem Pendidikan di Indonesia Masih Terus Mengalami Perubahan

Sistem dan mutu pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain. Karena di Indonesia masih banyak masalah dalam dunia pendidikan yang dihadapi. Selain itu di pihak pemerintah sendiri belum segera mengatasi kondisi pendidikan yang ada di Indonesia. Disamping itu reformasi kurikulum pendidikan yang sudah dilakukan pembaharuan juga kurang membawa dampak positif terhadap perkembangan mutu di dunia pendidikan, sehingga sampai saat ini mutu pendidikan kita masih rendah.

Ditinjau dari kurikulum 1975, 1984, 1994, masih memfokuskan padatnya bahan ajar yang harus dikuasai oleh setiap siswa atau anak didik, sehingga beban belajar siswa menjadi sangat berat. Dengan pembaharuan kurikulum tahun 2004 (KBK), walaupun sudah ada pengurangan bahan ajar, tetapi kesempatan dari peran orang tua juga masih belum berfungsi penuh terhadap proses pembelajaran di masing-masing tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sehingga pengaruh terhadap mutu pendidikan belum terpenuhi.

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi beberapa mata pelajaran yang merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan, selain itu muatan lokal dan pengembangan diri, masih dalam isi kurikulum. Sehingga dapat dikatakan bahwa dilakukannya pembaharuan kurikulum pun mutu pendidikan kita masih memprihatinkan. Bisa dikatakan juga bahwa peranan reformasi kurikulum pendidikan belum banyak membawa dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Sehingga kehadiran Kurikulum 2013 diharapkan mampu mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 disusun dengan mengembangkan dan memperkuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang. Penekanan pembelajaran diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan sikap spiritual dan sosial sesuai dengan kerakteristik Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diharapkan akan menumbuhkan budaya keagamaan (religious culture) di sekolah.

Dari data yang ada setidaknya perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sudah dimulai dari Kurikulum 1968. Kelahiran Kurikulum 1968 ini bersifat politis untuk mengganti Rencana Pendidikan 1964, yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran, meliputi kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Adapun jumlah pelajarannya sembilan.

Kemudian Kurikulum 1975. Pada Kurikulum 1975 metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi menjadi petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 mengalami kekurangan guru, terlalu disibukkan menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran, sehingga konsentrasinya kurang terfokus.

Lantas Kurikulum 1984, kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).

Lalu Kurikulum 1994, kurikulum ini bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, pada pendekatan proses.”

Kurikulum 2004, Menurut (Ahmadi, 2013). KBK memiliki empat komponen, yaitu Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB), Penilaian Berbasis Kelas (PBK), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS). KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah, dengan menggunakan instrumen tes dan non tes, yang berupa portofolio, produk, kinerja, dan pencil test. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna atau pemahaman, guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa dapat belajar secara penuh dan optimal.

Kurikulum 2006 (KTSP), perbedaan yang paling menonjol pada kurikulum 2004 adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi sekolah berada. Hal ini dapat disebabkan Kerangka Dasar (KD), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Depertemen Pendidikan Nasional. Kurikulum 2013, obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Dampak dari kurikulum pendidikan yang bergonta ganti bukan hanya memberikan dampak negatif terhadap siswa yang semakin merendah prestasinya sebetulnya perubahan ini juga dapat berdampak pada sekolah yaitu pada tujuan atau visi sebuah sekolah juga akan ikut kacau. Perubahan kurikulum sangat diperlukan seiring perkembangan zaman, karena dengan adanya perubahan dunia pendidikan akan selalu bergerak menuju yang lebih baik lagi, baik bagi pendidik maupun peserta didik.

Setiap kurikulum yang pernah ada di Indonesia pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pada Kurikulum 2013 yang menekankan pembelajaran tematik-integratif guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik, pembelajaran akan berpusat pada peserta didik dengan dampingan dari gurunya. Kurikulum 2013 juga menekankan pada pembentukan sikap peserta didik nampak ingin memadukan pesan-pesan dalam kurikulum sebelumnya.

Diharapkan agar kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang tentu saja memiliki keinginan untuk memajukan bangsa dan negaranya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkannya. Dalam hal ini, salah satu contohnya adalah pendidikan yang menjadikan tolak ukur suatu bangsa yang memiliki identitas kualitas bangsanya. Penerapan kurikulum pendidikan ini diharapkan pula menjadi semangat bagi  generasi penerus bangsa terutama untuk pendidik maupun peserta didik  untuk terus meningkatkan kualitas dan mampu bersaing di dunia pendidikan yang semakin lama semakin banyak persaingan.

Oleh karena itu, jangan jadikan perubahan kurikulum tersebut menjadi momok yang menakutkan dan beban menjadi beban untuk kita. Tetapi, kita harus menjadikan hal tersebut menjadi suatu cambuk kita untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan mampu bersaing di dalam pendidikan nasional maupun internasional. Hal tersebut akan terwujud dengan menerapkan sistem manajemen kurikulum pendidikan yang baik dan merata secara keseluruhan. Hal tersebut adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang merata pendidikan di semua kalangan. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo.


Data Penulis:

  1. Tafhim Nur Falah (202180085)
  2. Winda Pujiyanti (202180086)
  3. Siti Umu Sofiyah (202180088)
  4. Muhammad Muslih (202180090)
  5. Nabila Khoerunnisa (202180091)
  6. Syahla Nadya L. (202180093)

Kelompok                : 2

Kelas                        : PGSD-4C

Jurusan                    : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu

                                  Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Perguruan Tinggi    : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Tentang Bagelen Channel

bagelenchannel.com | Berita Onlinenya Purworejo, Khas, Aktual, dan Inspiratif

Periksa Juga

Bayar Pajak Pakai Sampah?

Sampah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Hampir setiap hari kita menghasilkan …